Breaking News
Memuat breaking news...

Satu Rumah Di Pangkalansusu MusnahTerbakar

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 9 September 2023 - 1.42 PM WIB
Satu Rumah Di Pangkalansusu MusnahTerbakar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANGKALANSUSU (Waspada): Satu rumah warga di kawasan Dusun IV Panton, Desa Sungai Siur, Kec. Pangkalansusu, Jumat (8/9) malam, musnah dilalap 'si jago merah'.

Tak ada terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Tapi, kerugian materil yang dialami korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain kehilangan tempat tinggal, sebagian harta benda korban juga tidak dapat diselamatkan.

Sampai sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, menurut dugaan sementara, api yang meluluh lantakan bangunan rumah panggung yang terbuat dari material kayu tersebut akibat korsleting listrik.

Menurut keterangan, malam itu warga yang kebetulan melintas melihat kobaran api di rumah pasangan suami isteri Supriati dan Arianto, 58. Dalam kondisi panik, pemilik rumah dibantu warga berjibaku memadamkan api.

Karena bangunan rumah terbuat dari material kayu, warga kesulitan untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar. Api baru dapat dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran di terjunkan ke lokasi.

Korban, Arianto, yang selama ini dikenal di Pangkalansusu sebagai ahli pemasangan gigi palsu itu dan isternya Supriati merasa terpukul atas insiden ini. Bagaimana tidak, pasutri ini kini telah kehilangan rumah tempat tinggal.

Kapolsek Pangkalansusu AKP Zul Ginting dikonfirmasi Waspada, Sabtu (9/9), mengatakan, kebakaran ini disebabkan arus pendek listrik. Ia menjelasan, kerugian korban akibat insiden ini mencapai ratusan juta rupiah. (a10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement