Breaking News
Memuat breaking news...

Sawah Terbengkalai 5 Bulan Pasca Banjir, Petani Jangka Desak Pemkab Segera Bertindak

Redaksi
Redaksi
Senin, 13 April 2026 - 10.11 PM WIB
Sawah Terbengkalai 5 Bulan Pasca Banjir, Petani Jangka Desak Pemkab Segera Bertindak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BIREUEN (Waspada.id): Kondisi lahan persawahan di Desa Pulo Iboih, Kecamatan Jangka, masih terlihat terbengkalai. Lima bulan pascabencana banjir dan longsor yang melanda November 2025 lalu, hingga kini belum terlihat upaya pemulihan dari pemerintah daerah. Akibatnya, ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian terancam lumpuh total.

Puluhan hektare sawah yang seharusnya sudah ditanami kembali, kini masih terlantar. Hal ini membuat para petani kehilangan mata pencaharian utama dan pendapatan mereka menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Zulkifli Syakban, mantan Keuchik sekaligus petani setempat, menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambannya respons Pemkab Bireuen. Menurutnya, pembiaran kondisi ini secara langsung memutus mata rantai kehidupan masyarakat yang sangat bergantung pada hasil bumi.

"Sangat kami sesalkan. Hingga saat ini belum terlihat progres pemulihan sedikit pun. Kami merasa pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap nasib kami di sini," ujar Zulkifli, Senin (13/4).

Lumpuhnya aktivitas pertanian membuat warga bingung mencari penghasilan. Padahal, dalam kondisi normal, banyak warga, termasuk ibu-ibu janda dan masyarakat kurang mampu, bekerja sebagai buruh tani harian untuk menyambung hidup.

"Kalau sawah tidak digarap, dari mana kami mencari makan? Kalau lahan segera dipulihkan, bukan hanya pemilik lahan yang untung, tapi buruh harian juga bisa kembali bekerja. Kami mohon Pemkab Bireuen segera turun tangan, jangan biarkan kami terus dalam ketidakpastian," desaknya.

Hingga berita ini diturunkan, petani masih menanti kepastian kapan bantuan dan perbaikan infrastruktur pertanian akan dilakukan agar mereka bisa kembali menanam. (id73)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement