Breaking News
Memuat breaking news...

SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti di Indonesia dan ASEAN

Redaksi
Redaksi
Kamis, 10 September 2026 - 5.53 PM WIB
SEAMEO RECFON Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti di Indonesia dan ASEAN
Jumpa pers SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) kaitannya dengan upaya mendorong penguatan kebijakan gizi berbasis bukti, Jakarta, Rabu (9/9/2026).(waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Hasil penelitian Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) terhadap 4.219 siswa berusia 7-18 tahun di 12 kabupaten/kota pada enam wilayah di Indonesia menemukan masih adanya kesenjangan sejumlah zat gizi penting pada anak usia sekolah, antara lain folat, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan seng.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) dalam mendorong penguatan kebijakan gizi berbasis bukti, termasuk melalui penyediaan rekomendasi pangan dan menu sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi serta ketersediaan pangan lokal.

Direktur SEAMEO RECFON Prof. Dr. dr. Rini Sekartini mengatakan, hasil penelitian perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dapat digunakan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat program gizi, khususnya bagi anak usia sekolah.

Menurut Rini, pemenuhan makanan bagi anak tidak cukup hanya memperhatikan kebutuhan energi. Komposisi makanan juga perlu mempertimbangkan kecukupan zat gizi yang spesifik berdasarkan usia serta kondisi dan ketersediaan pangan di masing-masing daerah.

"Karena itu, pangan lokal dapat menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung edukasi gizi di sekolah," ujar Rini, dalam acara peluncuran policy brief SEAMEO RECFON dan Kemendikdasmen di Jakarta Rabu (9/9/2026). Acara dihadiri secara daring oleh Sekretaris Jenderal Kemendiksmen, Suharti.

Hasil penelitian PGS-PL tersebut juga dinilai relevan untuk memperkuat kebijakan gizi sekolah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rekomendasi pangan dan rancangan menu yang dikembangkan mempertimbangkan kebutuhan gizi, pola konsumsi, ketersediaan pangan, serta konteks budaya setempat.

Deputi Direktur Program SEAMEO RECFON Dr. dr. Brian Sri Prahastuti mengatakan, penelitian berbasis kondisi nyata di lapangan diperlukan agar intervensi gizi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga mampu mengatasi kekurangan zat gizi tertentu.

"Data yang kuat menjadi dasar penting untuk memastikan kebijakan gizi benar-benar menjawab masalah yang dihadapi masyarakat," kata Brian.

Selain hasil penelitian PGS-PL, SEAMEO RECFON meluncurkan dua policy brief sebagai bagian dari rangkaian 16th Governing Board Meeting SEAMEO RECFON 2026.

Policy brief pertama merekomendasikan integrasi biomarker zat gizi mikro dalam Survei Gizi Indonesia (SGI) 2026. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemetaan masalah anemia dan defisiensi zat gizi mikro secara lebih efisien dan akurat.

Brian menjelaskan, penggunaan metode multiplex immunoassay memungkinkan pemeriksaan sejumlah biomarker dengan penggunaan sampel dan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, cakupan data dapat diperluas tanpa menambah beban anggaran secara signifikan.

Data tersebut diharapkan dapat memperkuat dasar perumusan kebijakan penanggulangan anemia, stunting, dan masalah kekurangan zat gizi mikro di Indonesia.

Sementara itu, policy brief kedua mendorong penguatan implementasi ASEAN School Nutrition Package di negara-negara ASEAN. Rekomendasi tersebut mengacu antara lain pada pengalaman Indonesia melalui Program Gizi untuk Prestasi atau Nutrition Goes to School (NGTS).

SEAMEO RECFON mendorong pendekatan regional melalui pendampingan teknis, penguatan kapasitas, riset implementasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sistem pemantauan gizi sekolah. Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan gizi sekolah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi dapat diterapkan secara berkualitas dan dipantau dampaknya.

Selain laporan penelitian, SEAMEO RECFON juga meluncurkan Katalog Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal dan Menu Padat Gizi bagi Anak Usia Sekolah di Indonesia. Katalog tersebut merupakan hasil kolaborasi SEAMEO RECFON dengan Kementerian Kesehatan dan The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN).

Katalog memuat panduan praktis promosi dan edukasi gizi bagi guru, siswa, dan orang tua, termasuk strategi penerapan PGS-PL melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah serta modul pelatihannya.

Rini berharap hasil penelitian dan berbagai perangkat yang dikembangkan SEAMEO RECFON dapat menjadi rujukan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya antara bidang pendidikan dan kesehatan, untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

SEAMEO RECFON merupakan pusat regional di bidang pangan dan gizi di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Di Indonesia, SEAMEO RECFON berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

SEAMEO RECFON memiliki tiga program unggulan, yakni Anakku Sehat dan Cerdas (Early Childhood Care, Nutrition, and Education/ECCNE), Gizi untuk Prestasi (Nutrition Goes to School/NGTS), serta Gizi untuk Produktivitas (Nutrition Goes to Workplace/NGTW).(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement