Secara Tahunan Nilai Ekspor Indonesia Naik 4,74 Persen

JAKARTA (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara tahunan (year-on-year/yoy) nilai ekspor Indonesia naik 4,74 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2025, atau menjadi sebesar US$193,64 miliar pada Agustus 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, berdasarkan jenisnya, ekspor nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$185,63 miliar.
"Nilai ekspor nonmigas ini naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara ekspor migas tercatat sebesar US$9,01 miliar, atau mengalami penurunan 9,98 persen," ujarnya saat rilis BPS di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Peningkatan ekspor nonmigas utamanya terjadi pada komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75), bahan bakar mineral (HS27) dan lemak hewani nabati (HS 15).
"Jika dilihat menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan yang meningkat sebesar 7,87 persen," urai Ateng.
Menurutnya, industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan kinerja ekspor nonmigas. Sektor ini memberikan andil sebesar 6,30 persen terhadap kenaikan total ekspor.
"Ekspor industri pengolahan yang aik cukup besar terutama produk olahan nikel, kimia dasar organik bersumber pertanian, alumunium, kimia dasar anorganik lainnya serta juga tembaga," ungkap Ateng.
Sementara itu, pada bulan Agustus 2026 nilai ekspor sebesar US$26,61 miliar atau naik 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan nilai ekspor Agustus 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor nonmigas.
"Ekspor migas tercatat senilai 0,99 miliar dolar AS atau turun 5,10 persen, ekspor nonmigas mengalami kenaikan 7,23 persen dengan nilai 25,62 miliar dolar AS," tutur Ateng.
Komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang naik cukup tinggi sebesar 51,67 persen secara year on year dengan andil 1,84 persen terhadap kenaikan total ekspor.
Kemudian, besi dan baja (HS 72) naik 20,38 persen secara year on year dengan andil 1,79 persen. Alumunium dan barang daripadanya (HS 76) naik tinggi 206,78 persen secara year on year dengan andil sebesar 1,59 persen. (Id88)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda