Breaking News
Memuat breaking news...

Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis, Kita Tidak Boleh Kecolongan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 Mei 2022 - 5.56 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak pemerintah segera mengambil langkah antisipasi menyikapi merebaknya kasus hepatitis misterius.

Menurut LaNyalla, penyebaran kasus Covid-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pelajaran.

"Kita tidak boleh lagi kecolongan. Penyebaran kasus Covid-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pembelajaran. Sejak awal pemerintah harus memiliki langkah antisipasi terhadap kasus hepatitis misterius yang telah terjadi di sejumlah negara," kata LaNyalla, melalui siaran persnya yang diterima Kamis (5/5/2022) di Jakata.

Menurut LaNyalla pemerintah tidak boleh abai dengan kondisi ini. Apalagi ada dugaan penyakit hepatitis misterius telah masuk Indonesia.

"Tugas tenaga kesehatan tidak mudah. Mereka harus memastikan apakah penyakit ini sudah ada di Indonesia atau tidak, bagaimana cara penularannya dan pengobatannya. Kita harus beri dukungan untuk tenaga kesehatan, ujarnya.

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dikabarkan sedang meneliti beberapa kasus Hepatitis misterius di Indonesia.
Pemerintah pun telah meminta tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi virus ini

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di sejumlah negara yang muncul sejak 15 April.

Sebanyak 74 dari 169 kasus yang terdeteksi oleh WHO terinfeksi adenovirus.
Indonesia sendiri memiliki tiga kasus anak meninggal diduga mengidap hepatitis jenis ini. Ketiga kasus yang negatif Covid-19 ini datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement