Breaking News
Memuat breaking news...

Sejumlah Desa Di Palas Digenangi Air Akibat Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 Maret 2025 - 3.18 PM WIB
Sejumlah Desa Di Palas Digenangi Air Akibat Banjir, Ratusan Warga Mengungsi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PADANGLAWAS (Waspada): Sejumlah desa di kabupaten Padanglawas (Palas) digenangi air akibat banjir, bahkan membuat ratusan warga terpaksa mengungsi.

Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Padanglawas, Amithadi Nasution, SH melalui sekretaris BPBD, Irsan Soleh, S.Pd, bahwa dengan tingginya intensitas hujan belakang ini telah membuat sejumlah sungai yang ada di daerah ini meluap.

Diantaranya sungai Barumun, yang melintasi beberapa kecamatan, termasuk Barumun, Lubuk Barumun, Aeknabara Barumun dan Barumun Tengah dan Huristak. Begitu juga sungai Sosa dan sungai Batang Kumu.

Seperti luapan sungai Batang Kumu yang menggenangi beberapa desa seperti desa ujung batu I, II, III dan Ujungbatu IV kecamatan Hutaraja Tinggi.

Sebelumnya Camat Hutaraja Tinggi, Landri Hasibuan, S.STP saat dihubungi Waspada membenarkan kejadian banjir yang menggenangi sejumlah desa di kecamatan Hutaraja Tinggi.

Dan ratusan jiwa penduduk terpaksa mengungsi takut terjadi bencana lagi banjir susulan. Dan untuk berjaga-jaga kita semua harus lebih Waspada, katanya.

Tidak hanya di kecamatan Hutaraja Tinggi, di kecamatan Aeknabara Barumun dan Sosa juga banyak rumah warga yang tergenang banjir, katanya. (a30/B)

Keterangan foto: Sekretaris BPBD kabupaten Padanglawas, Irsan Soleh Lubis didampingi camat Hutaraja Tinggi, Landri Hasibuan bersama Kapolsek Sosa AKP Muliadi saat tinjau dampak banjir di desa Ujung Batu I, kecamatan Hutaraja Tinggi.(Waspada/Ist)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement