Sejuta Asa di KIP KuliahSejuta Asa di KIP Kuliah

BENGKULU (Waspada): Sampai kini, Andika Dwi Pratama masih seperti tidak percaya kalau dirinya berhasil kuliah di kampus idamannya. Setamat SMA, anak buruh tani dari Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu ini, merasa putus harapan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Sebagai anak tertua, Andika sudah siap mengubur angan-angannya untuk berkuliah dan membantu ayahnya sebagai petani penggarap. Tapi Tuhan berkehendak lain. Melalui tangan baik orang-orang di sekelilingnya, informasi mengenai beasiswa dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah sampai ke telinganya. Sang ibu dengan gigih menyemangati Andika dan akhirnya harapan kuliah di UMB terkabul.
Harapan jadi kenyataan juga dialami Zakiah, mahasiswa semester 3 program studi Agama Islam di UMB. Gadis asal Kabupaten Rejang Lebong ini adalah empat bersaudara dari keluarga kurang mampu. Ayahnya seorang supir angkutan umum sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.
Mahasiswa lainnya dari UMB yang juga meraih KIP kuliah adalah Tasya Zakia Rahmadini dari prodi komunikasi. Berlatar belakang keluarga kurang mampu, Tasya mengaku siap berjuang mempertahankan prestasi di UMB. Dirinya merasa sangat bersyukur, karena yakin bahwa ilmu bakal mampu memutus mata rantai kemiskinan di keluarganya.
Sebagai penerima KIP Kuliah, Andika, Tasya dan Zakiah tidak hanya menerima biaya pendidikan tetapi juga biaya hidup yang diberikan setiap satu semester. Besarannya antara Rp4,2 juta sampai Rp5,7 juta. Uang sejumlah itu, diakui ketiganya sudah cukup membantu. Orang tua masing-masing tidak perlu lagi mengirimkan biaya hidup seperti untuk tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.
Wakil Rektor I UM Bengkulu, Kasmiruddin yang hadir dalam pertemuan dengan tim press tour pagi itu, mengatakan, KIP Kuliah sangat membantu bagi mahasiswa kurang mampu di UMB. Saat ini jumlah mahasiswa di UMB mencapai hampir 7 ribu orang dan sebagian diantaranya berasal dari keluarga miskin.
Meski dari sisi kuantitas belum banyak mahasiswa UMB yang meraih KIP Kuliah, akan tetapi efeknya sangat besar bagi sistem perkuliahan di kampus. Sebab anak-anak KIP Kuliah sebagian besar sangat aktif dan bertanggung jawab. Artinya mereka menyadari bahwa dibalik kemudahan itu ada tanggung jawab besar.
Kasmiruddin berharap program KIP Kuliah di UMB akan terus ditingkatkan dari sisi jumlah penerima. Sebab manfaatnya sudah sangat terasa.
Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan UMB, Rasman, menambahkan, pada 2020, KIP Kuliah di UMB berhasil diraih 307 mahasiswa. Jumlah itu turun pada 2021 menjadi 285 mahasiswa. Pada 2022, ada kenaikan sedikit menjadi 288 mahasiswa peraih KIP Kuliah Merdeka.































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda