Breaking News
Memuat breaking news...

Sekjen PBB: Serangan Di Gaza Bentuk Pelanggaran Nyata

Redaksi
Redaksi
Selasa, 24 Oktober 2023 - 11.36 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuduh pelanggaran hukum internasional terjadi dalam penyerangan di Gaza. Ia pun mendesak aksi kemanusiaan segera dalam memberikan bantuan bagi yang terdampak di sana.

"Saya sangat khawatir mengenai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional yang kami saksikan di Gaza," kata Guterres dalam sesi rapat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (24/10).

"Biar saya pertegas: Tidak ada satu pun pihak dalam konflik bersenjata yang berada di atas hukum humaniter internasional," tuturnya tanpa secara blak-blakan menyebut Israel.

Sebelum mengikuti rapat DK PBB, Guterres secara pribadi melakukan perjalanan ke perbatasan antara Mesir dan Gaza dalam upaya membiarkan bantuan masuk. Ia juga menyambut baik penyeberangan tiga konvoi bantuan melalui perbatasan Rafah.

"Tetapi bantuan itu hanya setetes dari lautan hal-hal yang dibutuhkan. Selain itu, pasokan bahan bakar PBB di Gaza akan habis dalam hitungan hari. Itu akan jadi bencana lain," ungkapnya.

"Untuk meringankan penderitaan yang luar biasa, buat pengiriman bantuan lebih mudah dan aman, dan memfasilitasi pembebasan sandera. Saya ulangi seruan saya untuk segera lakukan gencatan senjata kemanusiaan," Guterres menegaskan.

Sesi Dewan Keamanan PBB mempertemukan para diplomat terkemuka, termasuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang sebelumnya menolak seruan gencatan senjata, dengan mengatakan hal itu hanya akan memungkinkan Hamas berkumpul kembali.
Militan Hamas yang menyerbu ke Israel dari Jalur Gaza pada 7 Oktober menewaskan sedikitnya 1.400 orang dan menyandera lebih dari 220 orang, menurut pejabat Israel.

Lebih dari 5.700 warga Palestina tewas di Jalur Gaza akibat pemboman balasan Israel, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.
Guterres sebelumnya juga mengutuk serangan Hamas sebagai sesuatu yang "mengerikan."(AFP/cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement