Semangat Sumpah Pemuda Harus Diwujudkan Melalui Peningkatan Kompetensi


JAKARTA (Waspada): Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Rizki menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Hal itu terlihat dari meningkatnya keberanian anak muda dalam menyampaikan aspirasi, sikap kritis, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan nasional.
“Anak-anak muda sekarang di Indonesia sudah luar biasa cerdas, sudah luar biasa pintar, sangat vokal, dan sangat peduli bukan hanya terhadap isu-isu anak muda, tetapi juga terhadap kondisi nasional, bangsa, dan negara,” ujar Rizki usai menghadiri audiensi Pimpinan BURT DPR RI dengan Organisasi Kemasyarakatan Anton Command Center Kabupaten Bogor di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang menegaskan persatuan dan cita-cita untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan sejahtera.
Di tengah tantangan zaman, aspirasi generasi muda antara lain mencakup tersedianya lapangan kerja yang layak, penguatan demokrasi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Rizki menekankan, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling).
Langkah ini penting agar masyarakat, termasuk tenaga kerja yang terdampak perubahan teknologi, tetap memiliki kesempatan untuk beradaptasi dan meningkatkan kesejahteraan.
“Semangat anak muda sekarang ingin mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak, ingin demokrasi kita tetap hidup dan semakin hidup ke depan, ingin bagaimana teknologi berkembang semakin maju, tetapi tidak meninggalkan orang-orang yang perlu di-reskill dan di-upskill agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya mewujudkan aspirasi tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
DPR RI, sebagai lembaga perwakilan rakyat, juga perlu terus membuka ruang bagi aspirasi masyarakat, terutama generasi muda, agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan mereka.
Terkait perkembangan AI yang semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Rizki menyebut teknologi tersebut sebagai keniscayaan yang perlu dimanfaatkan secara positif dan produktif.
Menurutnya, penggunaan AI telah merambah berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga dunia kerja, termasuk dalam lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.
“AI sudah menjadi kenyataan hidup kita sekarang. Seluruh anak muda menggunakan AI, baik di sekolah, kuliah, maupun di tempat kerja. Setjen DPR juga menggunakan AI. Jadi ini harus bisa dimanfaatkan dan diarahkan kepada kegiatan yang produktif,” katanya.
Rizki berpandangan, tantangan saat ini bukan semata-mata memperkenalkan AI kepada generasi muda, melainkan memastikan teknologi tersebut digunakan secara bijak untuk menghasilkan karya dan nilai tambah.
Karena itu, penguatan literasi digital dan pengembangan keterampilan harus berjalan beriringan agar generasi muda mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Ia pun optimistis generasi muda Indonesia dapat menghadapi tantangan era AI selama memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Yang perlu adalah bagaimana kemampuan dan kemahirannya diarahkan kepada sesuatu yang produktif. Saya rasa ini menjadi tugas kita bersama. Tetapi saya optimistis anak-anak muda sekarang sudah jauh lebih aware dan jauh lebih pintar. Kalau semangatnya seperti ini, saya yakin mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan di era AI,” pungkasnya. (Id10).)
Berita Terkait






































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda