Breaking News
Memuat breaking news...

Semarak HUT Ke 81 Kemerdekaan RI Puskesmas Belawan - RS Putri Hijau Giat Gempur Stanting

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 10.08 PM WIB
Semarak HUT Ke 81 Kemerdekaan RI Puskesmas Belawan - RS Putri Hijau Giat Gempur Stanting
Kegiatan bebas stunting, di UPT Puskesmas Belawan bertujuan menjadikan generasi penerus berkualitas. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Dalam rangka menyemarakkan HUT ke 81 Kemerdekaan RI Puskesmas Belawan bersama Rumah Sakit(RS) Puteri Hijau melaksanakan giat Gempur Stanting.

Seperti yang dilaksanakan tahun ini "gempur stunting" mewujudkan generasi sehat, kuat dan bebas stunting, di UPT Puskesmas Belawan. Bertujuan menjadikan generasi penerus berkualitas.

Melalui program Gempur Stunting, Puskesmas Belawan berhasil menurunkan angka penderita stunting di Kawasan Medan Urara. Melalui program ini, rutin menghadirkan dokter specialis anak terjadwal memberi motivasi dan terus mendampingi perkembangan si anak sekaligus pemberian susu dan makanan tambahan serta pihak puskesmas Belawan memastikan setiap anak mendapat vitamin dan vaksin yang cukup.

Kepala Rumkit Putri Dr Ridwan Dwi Saputro SpB Subsp.Onk ( K ),pada Selasa (11/8) menyebutkan, Rumah Sakit Putri Hijau menghadirkan dokter spesialis anak Kapten Ckm dr Satrio Pratomo Sp A memberikan motivasi pada kegiatan pemeriksaan dan intervensi medis spesialistik anak.

Sedangkan Plt Kepala Puskesmas Belawan drg Tina Arriani M Kes, kegiatan ini pendampingan balita stunting /gizi buruk/ gizi kurang merupakan kegiatan rutin setiap minggunya yang dilakukan sejak Maret 2026 lalu. "Kita lakukan kerjasama dengan berbagai pihak Rumah Sakit menghadirkan dokter Spesialis anak setiap bulan . Dan kali ini dengan RS Putri Hijau," ucapnya, kemarin.

Dikatakan, pada Maret lalu, terdapat 22 orang penderita gizi buruk/gizi kurang /stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Belawan. Hal itu timbul berbagai penyakit penyerta anak seperti TBC, tumbuh kembang lambat bahkan ada yang disabilitas salah satunya karena tidak divaksin dan timbul penyakit lainnya juga karena pola asuh orang tua dan lingkungan rumah yang tidak sehat sebagai pencetus Stunting di Belawan.

Lanjut Tina, penyakit anak diidentifikasi satu persatu dilakukan pemeriksaan di puskesmas Belawan dan sebagian langsung dirujuk ke Rumah Sakit untuk mempermudah perawatan.

Ditambahkan, melalui hasil pemeriksaan doker anak dilakukan pola asuh yang rutin dan teratur. "Berbagai upaya kita lakukan memaksimalkan penanganan. Pemberian makanan tambahan, pelatihan posyandu. Sehingga terintegrasi melalui kerjasama dengan pihak Rumah Sakit dan pihak kecamatan dan lintas sektor.

Dilanjutkan, kehadiran dokter anak memotivasi para orang tua untuk memberikan pola makan sehat dan perawatan. "Kita tetap mendampingi perawatan anak yang sehat hingga pertumbuhan si anak normal," imbuh Kapten CKM dr.Satrio Pratomo Sp.A.

Menurut Tina, melalui program gempur stunting, mendampingi perawatan si anak dan penyuluhan kesehatan. Telah terbukti dapat menurunkan angka stunting di wilayah Belawan.

"Bukan hanya stunting, pelayanan kesehatan CKG ( cek kesehatan gratis )terintegrasi TBC dan penyakit lain hadir bagi masyarakat Belawan semua siklus hidup dari ibu hamil,usia nol sampai lanjut usia tetap ditingkatkan mengaktipkan posyandu siklus hidup ada 39 posyandu hadir di wilayah kerja puskesmas Belawan serta CKG terintegrasi rutin terjadwal hadir di instansi2 Imigrasi, kejaksaan,Pelindo dan kecamatan . Kita butuh masukan dari siapa pun demi memaksimalkan pelayanan,"ujarnya (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement