Breaking News
Memuat breaking news...

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 2.55 PM WIB
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang
FFW 2026 memasuki tahapan penilaian film dan insan film terbaik oleh 5 juri akhir.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Siapa yang akan dinobatkan sebagai film terbaik Indonesia dalam Festival Film Wartawan Indonesia (FFW) 2026? Pertanyaan itu kini memasuki babak penentuan setelah lima juri akhir resmi mulai bekerja menilai film-film yang masuk nominasi tahun ini.

Malam Puncak Anugerah FFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Pada malam penghargaan tersebut, publik akan mengetahui film-film dan insan perfilman yang berhasil meraih pengakuan dari para wartawan melalui festival ini.

Kelima juri akan menentukan para pemenang dari daftar nominasi yang sebelumnya diseleksi oleh 21 anggota Komite Seleksi FFW 2026. Proses penilaian dilakukan secara independen dengan mempertimbangkan kualitas cerita, nilai budaya, relevansi sosial, keberanian artistik, hingga dampak sebuah film bagi masyarakat.

Tahun ini, panitia mempercayakan tugas tersebut kepada lima wartawan senior, kritikus, dan pengamat film yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia jurnalistik dan perfilman Indonesia. Mereka adalah Frans Sartono, Susi Ivvaty, Hilmi Faiq, Seno Joko Suyono, dan Didang Pradjasasmita.

Kelima juri akan menilai seluruh nominasi dalam berbagai kategori, mulai dari Film Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, hingga Penyunting Gambar Terbaik.

“Juri Akhir resmi mulai bekerja. Mereka akan menonton ulang, mendiskusikan, dan memutuskan pemenang dari nominasi yang sudah dihasilkan Komite Seleksi. Keputusan juri akhir bersifat mutlak dan independen dari kacamata wartawan,” ujar Ketua Panitia FFW 2026, Benny Benke, di Jakarta, Jumat (16/10).

Lima Juri dengan Perspektif Berbeda

Komposisi Juri Akhir FFW 2026 menghadirkan beragam perspektif, mulai dari kritik film, jurnalisme industri, hingga kuratorial seni. Keragaman latar belakang tersebut diharapkan memperkaya proses penilaian sekaligus menjaga independensi festival.

Frans Sartono merupakan wartawan senior dan kritikus film yang dikenal melalui tulisan-tulisannya mengenai estetika dan budaya sinema Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Susi Ivvaty adalah wartawan senior yang konsisten mengawal isu film, sosial, dan kebudayaan. Ia juga memiliki perhatian besar terhadap representasi dan isu kemanusiaan dalam film.

Sementara itu, Hilmi Faiq merupakan wartawan film yang aktif meliput dinamika industri perfilman nasional. Ia memahami perkembangan produksi film, baik untuk penayangan di bioskop maupun layanan over-the-top (OTT), serta merupakan anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Juri lainnya, Seno Joko Suyono, merupakan wartawan, penulis, dan kurator seni yang membawa perspektif interdisipliner dengan menghubungkan film dengan sastra, politik, dan seni rupa.

Adapun Didang Pradjasasmita adalah wartawan film senior dan pengamat industri perfilman yang dikenal dekat dengan komunitas film serta memahami ekosistem festival dan penghargaan. Dengan pengalaman dan sudut pandang yang beragam, kelima juri diharapkan mampu menilai karya-karya nominasi secara kritis, objektif, dan independen.

“FFW bukan mencari film yang paling banyak ditonton atau paling viral saja. Kami mencari film yang jujur secara cerita, punya nilai budaya, relevan secara sosial, berani secara artistik dan punya dampak. Itu yang menjadi kacamata wartawan di festival ini untuk memilih yang terbaik,” ujar Didang Pradjasasmita, salah satu Juri Akhir FFW 2026.

Sebelum memasuki babak penentuan, Komite Seleksi FFW 2026 telah bekerja selama lima bulan untuk menyaring ratusan judul film Indonesia yang tayang pada periode 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026. Film-film tersebut mencakup karya yang ditayangkan di bioskop maupun layanan streaming atau OTT.

Daftar nominasi yang dihasilkan melalui proses seleksi tersebut kini menjadi bahan penilaian lima Juri Akhir. Mereka dijadwalkan bekerja hingga akhir Oktober 2026 untuk menentukan pemenang di setiap kategori.

Dalam prosesnya, para juri akan mendiskusikan karya-karya yang masuk nominasi, melakukan pemungutan suara atau voting, serta mengupayakan konsensus sebelum menetapkan para pemenang.

Proses ini menjadi tahap penting bagi FFW 2026 untuk menentukan film dan insan perfilman yang dinilai memiliki keunggulan berdasarkan perspektif jurnalistik, bukan semata-mata popularitas atau capaian komersial.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement