Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Simfoni Perpisahan di Bukit Indah: Tatapan Terakhir sang Rektor dan Impian Tiket Pencerahan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 4.18 PM WIB
Simfoni Perpisahan di Bukit Indah: Tatapan Terakhir sang Rektor dan Impian Tiket Pencerahan
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Di bawah langit Lhokseumawe yang merambat teduh, lapangan sepak bola Kampus Bukit Indah menjadi saksi sebuah perjumpaan yang berujung pamit.

Rabu (28/10/2026) pagi itu, perayaan Sumpah Pemuda ke-98 di Universitas Malikussaleh bukan sekadar ritual baris-berbaris dan pembacaan teks sejarah.

Bagi Prof. Dr. Herman Fithra, hari itu adalah bait terakhir dari sebuah simfoni pengabdian delapan tahun yang ia pimpin dengan hati.

Matahari Oktober menyinari sosoknya yang berdiri tegak dalam balutan pakaian adat Baduy—sebuah simbol kesederhanaan dan keteguhan. Di balik pengeras suara, setelah melarungkan pidato Menpora Erick Thohir, nada bicaranya melunak. Ada getar yang tertahan saat sang Rektor menatap ribuan pasang mata sivitas akademika: para dosen yang setia menanam benih ilmu, tenaga kependidikan yang merawat jalannya waktu, dan mahasiswa yang memendam mimpi masa depan.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya haturkan terima kasih terdalam. Delapan tahun lamanya, jemari kita bersama-sama merajut kain kemajuan untuk Unimal,” bisiknya, memecah keheningan lapangan.

“Di balik segala pencapaian, terselip pula ruang-ruang khilaf. Saya mohon maaf atas segala kekurangan. Hari ini, saya titipkan rumah besar ini kepada Bapak, Ibu, dan terutama para pemuda. Jagalah api pendidikan ini agar terus menyala di Universitas Malikussaleh.”

Bagi Herman, nakhoda boleh berganti, namun bahtera harus tetap melaju menembus ombak zamannya. Estafet ini ia letakkan di pundak generasi muda, sebab di tangan merekalah kolaborasi dan komitmen akan mewujud menjadi kekuatan yang utuh.

Namun, perpisahan ini tidak ditinggalkan dalam keadaan sunyi tanpa harapan.

Sebagai warisan terakhir sebelum masa baktinya tuntas di bulan Desember, Herman membawa seberkas cahaya bagi anak-anak bangsa. Menangkap gema arahan sang Presiden yang diteruskan oleh Mendiktisaintek, ia mengumumkan seuntai rencana besar: sebuah usulan program kuliah gratis.

Sebuah mimpi besar sedang dirajut agar mulai tahun 2028 nanti, kepakan sayap para penuntut ilmu di program diploma dan sarjana tidak lagi diberatkan oleh belenggu biaya kuliah. Biarlah lembar-lembar rupiah tetap menjadi urusan program magister, doktor, dan profesi, namun untuk akar rumput yang merindukan bangku kuliah, pintu Unimal ingin dibuka selebar-lebarnya tanpa sekat finansial. Meski mekanisme formalnya masih harus melewati liku-liku birokrasi, niat ini telah dipancangkan sebagai fondasi menjemput Generasi Emas Indonesia.

Upacara pun usai, meninggalkan gema langkah yang perlahan menjauh. Momen itu mengunci sebuah kepastian bahwa pengabdian tidak pernah benar-benar selesai; ia hanya berganti rupa, mengalir dalam nadi Unimal yang akan terus bertumbuh melahirkan manusia-manusia berkarakter dan berilmu. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement