Breaking News
Memuat breaking news...

Soal Mayat Wanita Di Kualanamu, Baskami Berencana Panggil Pihak Pengelola Bandara

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 29 April 2023 - 6.15 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di Bandara Internasional, Kualanamu, Deli Serdang, Kamis (27/4/2023) lalu.

Diketahui, mayat wanita bernama Aisiah Sinta Dewi Hasibuan berusia 38 tahun, ditemukan terjatuh di bawah lift bandara diperkirakan pada Senin (24/4/2023) lalu. Namun jasadnya baru diketahui tiga hari sesudahnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, pihaknya berencana meminta penjelasan kepada pengelola bandara, yakni Angkasa Pura II dan GMR Airport Consorsium.

"Di saat semua pihak telah berbenah dan berupaya dalam memberikan pelayanan terbaik saat arus balik ini, terjadi peristiwa yang mengejutkan kita semua. Kami akan meminta penjelasan pihak bandara terkait pengelolaan dan pengawasan jalannya operasional di sana," katanya, Sabtu (29/4/2023).

Baskami menjelaskan, Bandara Kualanamu Deliserdang tengah melakukan transformasi standar operasional dan layanan. Kendati demikian, menurutnya, kejadian ini mencerminkan, bahwa implementasi safety management system, belum tercapai dengan baik.

"Korban saya baca dari berita yang ada, hendak mengantarkan keluarganya ke luar negeri. Lalu kejadian nahas itu terjadi, setelah sebelumnya ia (korban) panik, karena merasa terjebak di dalam lift," jelasnya.

Baskami mengatakan, kejadian ini dapat mencoreng nama Sumatera Utara ke depan. Dikatakannya, Bandara Kualanamu Deliserdang merupakan pintu masuknya wisatawan dan investor ke Sumatera Utara .

"Bandara merupakan etalase yang kita tampilkan kepada pelancong dan investor. Harusnya peristiwa ini tidak terjadi," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Irsan Sinuhaji, dalam keterangannya menyampaikan, setelah ditemukan, jasad Aisiah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Diungkap, bahwa Aisiah terjatuh dari lift setelah dia panik di dalam lift dengan dua pintu.

Saat sampai di lantai yang dituju, Aisiah panik karena pintu di hadapannya tidak terbuka. Padahal, pintu yang terbuka adalah pintu lainnya di belakang Aisiah.

"Dia panik terlihat dari CCTV, dia paksa buka dan melangkah jatuh ke bawah," jelasnya. (cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement