Breaking News
Memuat breaking news...

Soal Salah Tangkap Iskandar ST, KOMBAT Ultimatum Avsec Dan GI Segera Minta Maaf

Redaksi
Redaksi
Senin, 20 Oktober 2025 - 3.18 PM WIB
Soal Salah Tangkap Iskandar ST, KOMBAT Ultimatum Avsec Dan GI Segera Minta Maaf
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGKAT (Waspada.id): Peristiwa salah tangkap Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST berbuntut panjang. KOMBAT mendesak pertanggungjawaban pihak Aviation Security (Avsec), Angkasa Pura II dan Garuda Indonesia.

Sekretaris Komando Pembela Tanah Air (KOMBAT) Sumut, Anggia Ramadhan, bersama Ketua Brigade KOMBAT Sumut, Soni Mario Tamba, dalam pernyataannya, baru-baru ini, menilai peritiwa salah tangkap ini merupakan pelanggaran serius terhadap kehormatan seorang tokoh politik.

Demi untuk memulihkan nama baik pimpinan mereka, ia mengultimatum Asvec Bandara Kualanamu, Angkasa Pura II dan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia untuk bertanggungjawab penuh atas kejadian salah tangkap dan penurunan paksa dari pesawat GI.

Ia menilai, peristiwa ini mencederai nama baik Iskandar ST dan ini merupakan kelalaian serius. Anggia mengatakan, tanggung jawab dan keamanan tidak boleh berhenti pada petugas lapangan saja. Ia mendesak pihak terkait untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi dan terbuka dengan memberi tenggat waktu 3x24 jam.

Tak cukup meminta maaf, pihak-pihak terkait juga diminta untuk memberi sanksi kepada oknum stafnya yang bersalah. Jika hal ini tak dipenuhi, kader KOMBAT akan mendatangi Kantor Avsec Bandara Kualanamu dan Kantor GI guna meminta pertanggungjawaban.

Anggia mengatakan, KOMBAT menilai Avsec dan GI tidak mau bertanggungjawab dan menyepelekan peristiwa salah tangkap tersebut dan terkesan buang badan. Padahal, hal ini adalah bentuk pelanggaran serius.

Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST jadi korban salah tangkap, Rabu (15/10) malam. Ia, dipaksa turun oleh personil Polrestabes Medan dari pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 193.

Iskandar dalam pesan tertulisnya menyatakan, ia sempat diamankan sementara di dalam pesawat sehingga jadwal penerbangan yang seyogianya pukul 19:25 menjadi tertunda, padahal semua penumpang sudah berada di dalam pesawat.

“Penumpang sudah di dalam pesawat dan sudah siap lepas landas. Tiba-tiba datang sejumlah polisi berpakaian preman bersama Avsec Bandara Kualanamu dan kru pesawat. Mereka (polisi) mau nangkap pelaku judi online, tapi nyatanya salah sasaran," katanya.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement