Breaking News
Memuat breaking news...

Songsong 100 Tahun Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Public Pulse 28

Redaksi
Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 - 12.58 PM WIB
Songsong 100 Tahun Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Public Pulse 28
Forum bertajuk 'Nasib Orang Muda Di Indonesia Emas 2045' dan peluncuran Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), (ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Dalam rangka menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda 2028, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) resmi meluncurkan gerakan intelektual progresif bernama Public Pulse 28.

Pada acara peluncuran yang dilakukan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026), juga digelar forum perdana bertajuk 'Nasib Orang Muda Di Indonesia Emas 2045' yang menghadirkan 30 mahasiswa dari berbagai kampus, diundang secara acak untuk menuliskan langsung pulse atau denyut rasa dan ide mereka, sebelum ditanggapi oleh para narasumber.

Peluncuran ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayati, serta dimoderatori politisi muda PDIP Muhammad Syaeful Mujab.

Adapun narasumber pendamping berasal dari kalangan profesional dekat dengan anak muda, yakni Co-Founder What is Up Indonesia (WIUI) sekaligus penulis buku "Makannya Mikir!", Abigail Limuria, serta Ekonom INDEF, Berly Martawardaya.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati, memaparkan bahwa gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak tahun 2024 sebagai ruang dialektika berkala. Dan kini secara resmi dijadwalkan rutin setiap tanggal 28 setiap bulannya hingga puncak peringatan 1 Abad Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini pun menegaskan bahwa Sekolah Partai dibuka sebagai ruang aman bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan hingga kritik terhadap kebijakan pemerintah.

"Di ruang inilah kita bersama anak muda diberikan ruang untuk melakukan dialog, untuk memberikan masukan, untuk mengkritik jika memang ada kebijakan-kebijakan yang kurang tepat. Ini pun juga menjadi ruang aspirasi, ruang berekspresi, ruang menyampaikan harapan," ujar Esti.

Moderator Muhammad Syaeful Mujab menekankan urgensi forum ini sebagai upaya mendengarkan suara anak muda dari Sabang sampai Merauke, dua tahun jelang satu abad Sumpah Pemuda.

"Dua tahun lagi kita akan memperingati 1 abad Sumpah Pemuda. Jika tahun 1928 adalah tonggak pemersatu bangsa, maka 1 abad di 2028 harus hadir dengan merasakan denyut nadi rasa, ide, dan keresahan dari orang muda. Selamat datang teman-teman semua di Public Pulse 28," pungkasnya.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menguraikan pesan penting mengenai kekuatan ide, gagasan, dan imajinasi generasi muda dalam meretas jalan sejarah perjuangan bangsa. Hasto menegaskan bahwa pemuda adalah simbol dari "api" yang menggambarkan kekuatan cita-cita, mimpi, dan harapan masa depan.

"Di Sekolah Partai ini, seluruh ide dan gagasan, suatu imajinasi tentang masa depan itu dibuka seluas-luasnya dengan mengambil spirit dari para tokoh pejuang bangsa kita, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, hingga Tan Malaka," ujar Hasto .

Dalam menyongsong peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, Hasto merelevansikan ikrar historis tahun 1928 tersebut dengan "Sumpah Rakyat" yang lahir secara organik dari rahim perjuangan melawan otoritarianisme saat tragedi Kudatuli pada 27 Juli 1996 silam.

Hasto menjelaskan bahwa gerakan massa rakyat saat Kudatuli berhasil memformulasikan kembali poin-poin ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah pemantik perlawanan terhadap penindasan hak-hak demokrasi.

"Pada tanggal 27 Juli 1996 ketika terjadi serangan Kudatuli, maka 'Kami, pemuda Indonesia' itu direlevansikan menjadi 'Kami, rakyat Indonesia'. 'Bertanah air satu, tanah air Indonesia' direlevansikan menjadi 'bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan'. 'Kami, rakyat Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia' direlevansikan menjadi 'bangsa yang gandrung terhadap keadilan'. Dan 'Kami, rakyat Indonesia berbahasa satu' direlevansikan menjadi 'bahasa kebenaran'," beber Hasto.

Hasto juga mengajak hadirin untuk merefleksikan kejeniusan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, W.R. Supratman, yang berpulang pada usia sangat muda, yakni 35 tahun pada 17 Agustus 1938. Kontemplasi mendalam Supratman tentang Indonesia Raya yang utuh dinilai melampaui zamannya karena lahir di tengah cengkeraman kolonialisme.

Kejeniusan serupa juga ditunjukkan oleh Bung Karno yang pada usia 26 tahun telah berani mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927 guna menyatukan anak-anak muda demi menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda 1928.

"Bagaimana kita bisa menghancurkan kekuatan kolonialisme yang saat itu terbesar di muka bumi? Itu dimulai dengan ide dan imajinasi anak muda. Bung Karno pada usia 26 tahun mendirikan PNI karena terinspirasi oleh spirit kemerdekaan Amerika Serikat melawan Inggris. PNI inilah yang menginspirasi lahirnya Sumpah Pemuda," paparnya.

Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa perubahan-perubahan besar di dunia, seperti Revolusi Prancis, pada awalnya hanya digerakkan oleh segelintir tokoh intelektual yang berani menguji kekuatan pemikiran mereka di tengah masyarakat luas.

Melalui kehadiran 28 anak muda perdana dalam wadah Public Pulse 28, Hasto berharap gerakan ini mampu melahirkan kepemimpinan intelektual (intellectual leadership) baru yang berakar pada penyelesaian tantangan nyata masyarakat. (rel/id10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement