Stella Christie: Berpikir Kritis Jadi Kunci Hadapi Era AIStella Christie: Berpikir Kritis Jadi Kunci Hadapi Era AI

JAKARTA (Waspada.id): Kemampuan berpikir kritis dalam menilai hasil yang dihasilkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi kunci agar manusia tidak tergantikan oleh teknologi. Karena itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) RI Prof. Stella Christie mengingatkan generasi muda agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI, melainkan tetap mengasah kemampuan mengevaluasi, menciptakan, dan mengkurasi pengetahuan.
"Secanggih apa pun AI, teknologi tersebut tidak akan mampu menggantikan manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta menghasilkan pengetahuan dan inovasi baru," ujar Stella dalam keterangan pers diterima di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Stella berbicara di hadapan 240 penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam Tanoto Scholars Gathering di Kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, Kamis (23/7/2026).
Stella mengingatkan, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti proses berpikir. Ketergantungan yang berlebihan justru berisiko menurunkan kemampuan bernalar, menyelesaikan persoalan secara mandiri, dan melemahkan daya analisis, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Selain mengajak peserta memanfaatkan AI secara bijak, Stella juga menyoroti tantangan yang menyertai perkembangan teknologi tersebut, mulai dari potensi terjadinya economic bubble, tingginya konsumsi energi pusat data AI, hingga perlunya perguruan tinggi memperkuat perannya dalam menciptakan, mentransmisikan, dan mengkurasi pengetahuan agar tetap relevan di era kecerdasan buatan.(id11)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda