Breaking News
Memuat breaking news...

Sudah Capai Cakupan Vaksinasi Lansia, Medan Sudah Bisa Vaksinasi Booster

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Januari 2022 - 9.42 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Setelah vaksinasi lansia mencapai target 60 persen, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah menyatakan mengaku Kota Medan sudah keluar dari 4 kabupaten kota yang tidak bisa melaksanakan vaksinasi booster.

Menurut Taufik untuk pelaksanaan vaksinasi booster ini sudah mulai bisa dilakukan hari ini di seluruh Faskes Puskesmas dan Rumah Sakit Rujukan.

"Hari ini sudah bisa laksanakan kegiatan vaksinasi booster di berbagai tempat faskes puskesmas dan RS Rujukan seperti Pringadi," ucapnya pada Kamis (13/1).

Adapun untuk vaksin yang tersedia untuk kegiatan vaksinasi booster ini ialah vaksin Pfizer.

"Belum ada vaksin yang datang dari Kemenkes namun berdasarkan arahan Dinkes Sumut itu kita menggunakan stock vaksin yang tersedia dari setiap faskes, Puskesmas, dan RSnya," tuturnya.

Untuk persyaratan, dikatakan Taufik sama saja dengan arahan pemerintah dan Kemenkes.

"Vaksinasi booster ini gratis, syaratnya umur diatas 18 tahun, vaksinasi kedua sudah lewat 6 bulan dan membawa KTP untuk mengisi data diri di aplikasi peduli lindungi," ucapnya.

Untuk target vaksinasi booster ini, Taufik hanya menyatakan sebanyaknya.

"Belum ada patokan, ya mau kita sebanyaknya sebab ini untuk penambahan imunitas tubuh masyarakat agar tidak mudah terserang penyakit," ucapnya.

Namun Taufik juga menyampaikan bahwa untuk vaksinasi booster ini, pihaknya mengutamakan lansia terlebih dahulu.

"Fokus kita ke Lansia terlebih dahulu tapi jika ada masyarakat yang datang mau untuk vaksinasi booster dipersilahkan," tandasnya. (cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement