Breaking News
Memuat breaking news...

Sukses Indonesia Meraih Medali Emas Bulutangkis Beregu Putra Asian Games Setelah 28 Tahun

Redaksi
Redaksi
Jumat, 25 September 2026 - 7.45 AM WIB
Sukses Indonesia Meraih Medali Emas Bulutangkis Beregu Putra Asian Games Setelah 28 Tahun
Tim Beregu Putra Indonesia Sang Peraih Medali Emas Beregu Putra Indonesia Di Asian Games 2026
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh: Indra Efendi Rangkuti


Penantian tim bulutangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas di Asian Games selama 28 tahun akhirnya tuntas pada final bulutangkis beregu putra Asian Games 2026 yang berlangsung pada 24 September 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Jepang. Di final, secara gemilang Indonesia menaklukkan China dengan skor 3-2.


Terakhir kali Indonesia meraih medali emas bulutangkis beregu putra terjadi di Asian Games 1998 yang berlangsung di Bangkok. Saat itu, di final Indonesia dengan gemilang menaklukkan China dengan skor 4-0. Dua pengurus PBSI saat ini, yaitu Taufik Hidayat dan Ricky Achmad Soebagdja, adalah bagian dari skuad tim Indonesia saat itu.

Setelah itu, prestasi terbaik Indonesia di nomor bulutangkis beregu putra adalah meraih medali perak pada Asian Games 2002 di Busan dan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Di Asian Games 2002, Indonesia takluk 1-3 dari Korea Selatan, dan di Asian Games 2018, di hadapan publik sendiri, tim beregu putra Indonesia takluk 1-3 dari China.

Jonatan Christie dan Fajar Alfian adalah bagian dari skuad Indonesia dan Shi Yuqi adalah bagian dari skuad China ketika kedua tim bertemu di final Asian Games 2018. Ketiganya kembali tampil kala kedua tim bertemu di final Asian Games 2026 ini.

Prestasi bulutangkis Indonesia pada tahun 2026 ini yang belum begitu memuaskan membuat banyak pihak tim bulutangkis Indonesia bakal bersinar di Asian Games 2026 ini. Apalagi, pada Thomas Cup 2026 lalu, secara menyakitkan Indonesia tersingkir di penyisihan grup. Bahkan, di Asian Games 2022 lalu yang digelar tahun 2023, tim bulutangkis Indonesia gagal merebut medali.

Namun, dengan nada optimis, PBSI yakin bahwa bulutangkis Indonesia akan bangkit di Asian Games 2026 ini. Demikian juga dengan para atlet yang bertekad menebus hasil buruk di Thomas Cup 2026 lalu.

Tim beregu putra Indonesia yang terdiri dari Jonatan Christie, Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikoalus Joaquin, Amri Syahnawi, dan Muhammad Yusuf memulai langkah Indonesia di Asian Games 2026 ini dengan langsung lolos ke babak 8 besar.

Di babak 8 besar, dengan melalui laga ketat, Indonesia berhasil menaklukkan Malaysia 3-2. Bintang muda Mohammad Zaki Ubaidillah menjadi penentu kemenangan Indonesia di babak 8 besar ini yang diwarnai takluknya Jonatan Christie dan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Di babak semifinal, Indonesia dengan gemilang berhasil menaklukkan Thailand 3-1. Sayang, Jonatan Christie takluk dari bintang utama Thailand saat ini, yaitu Kunlavut Vidtisarn.

Di final, Indonesia menghadapi tim China yang merupakan favorit kuat menjadi peraih medali emas di Asian Games 2026 ini. China melaju ke final setelah menaklukkan India 3-1 di semifinal.

Di partai pertama, andalan Indonesia yang juga peringkat pertama dunia saat ini, Jonatan Christie, tampil menghadapi bintang China Shi Yuqi. Namun, seperti halnya saat menghadapi Malaysia dan Thailand, Jonatan Christie kembali gagal menyumbang poin untuk Indonesia. Jojo, panggilan akrabnya, dibuat tak berdaya oleh Shi Yuqi dan takluk straight set dengan skor 13-21 dan 18-21.

Di partai kedua, pasangan peringkat dua dunia Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian tampil menghadapi andalan China, pasangan Liang Weikeng/Wang Chang. Duet Fikri/Fajar yang unggul head to head atas duet China tersebut menjadi harapan tim Indonesia untuk menyumbang poin kemenangan.

Sempat tampil dominan di set pertama, bahkan unggul lebih dulu dengan skor 20-18, akhirnya duet Fikri/Fajar harus takluk dengan skor 20-22. Di set kedua, setelah mendapat arahan dari pelatih Antonius Budi Ariantho, akhirnya duet Fikri/Fajar menang dengan skor 21-19. Sayang, di set ketiga duet Fikri/Fajar tampil antiklimaks dan akhirnya takluk dengan skor 14-21.

Ketinggalan 0-2 membuat wajah para ofisial, pemain, dan pendukung Indonesia menjadi tegang. Bintang muda Alwi Farhan tampil di partai ketiga menghadapi tunggal China Li Shifeng.

Di set pertama, laga berlangsung ketat. Diwarnai kejar-mengejar poin yang ketat, akhirnya Alwi Farhan menang dengan skor 23-21. Namun, sayang, di set kedua Alwi Farhan tidak bisa lepas dari tekanan Li Shifeng dan akhirnya takluk dengan skor 15-21.

Di set ketiga, setelah mendapat arahan dari pelatih Indra Wijaya untuk mengurangi error, akhirnya Alwi Farhan bangkit dan membuat Li Shifeng tak berdaya. Alwi Farhan akhirnya menang dengan skor 21-16.

Ekspresi Alwi Farhan Usai Menaklukkan Li Shifeng di Final Beregu Putra Asian Ganes 2026



Kemenangan Alwi Farhan ini membuat para pemain dan ofisial Indonesia sedikit lega karena masih menjaga harapan untuk menang atas China. Di partai keempat ini, pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil menghadapi pasangan China He Jiting/Liu Yi.

Set pertama berlangsung dengan menegangkan bagi duet Leo/Daniel. Apalagi, keduanya kerap ketinggalan dari duet China tersebut. Bahkan, duet Leo/Daniel sempat tertinggal 17-20. Akhirnya, dengan kematangan mental yang luar biasa, duet Leo/Daniel bisa bangkit dan akhirnya memenangkan set pertama dengan skor 23-21.

Kemenangan di set pertama ini membangkitkan motivasi duet Leo/Daniel di set kedua. Akhirnya, duet Leo/Daniel sukses membuat pasangan He Jiting/Liu Yi tak berkutik hingga akhirnya duet Leo/Daniel menang dengan skor 21-10.

Ekspresi pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin usai menaklukkan pasangan He Jiting/Liu Yi di Final Beregu Putra Asian Games 2026



Kemenangan duet Leo/Daniel ini membuat Indonesia menyamakan kedudukan melawan China menjadi 2-2. Bintang muda Mohammad Zaki Ubaidillah tampil menghadapi tunggal China Weng Hongyang di partai penentuan.

Di awal set pertama, Mohammad Zaki Ubaidillah sempat tampil tegang dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Bahkan, dirinya sempat tertinggal 16-20 atas Weng Hongyang. Namun, dengan kematangan mental yang luar biasa, M. Zaki Ubaidillah bisa bangkit dan akhirnya membalikkan keadaan dan menang dengan skor 23-21.

Ekspresi Mohammad Zaki Ubaidillah usai menaklukkan Weng Hongyang sekaligus memastikan Indonesia meraih Medali Emas Beregu Putra Asian Games 2026



Kemenangan ini membuat M. Zaki Ubaidillah seperti lepas dari beban berat sebagai penentu langkah tim Indonesia. Ditambah lagi arahan dari pelatih Indra Wijaya membuat M. Zaki Ubaidillah kian percaya diri memasuki set kedua. Dengan permainan menawan, akhirnya M. Zaki Ubaidillah memenangkan set kedua dengan skor 21-13 sekaligus memastikan Indonesia unggul 3-2 atas China.

Begitu pukulan menyilang M. Zaki Ubaidillah tidak dapat dijangkau Weng Hongyang, meledaklah kegembiraan di kubu Indonesia. Pelatih, pemain, dan ofisial tim Indonesia berlari ke tengah lapangan merayakan kesuksesan Indonesia meraih medali emas beregu putra sekaligus medali emas pertama Indonesia di Asian Games 2026 ini.

Ekspresi bahagia Tim Beregu Putra Indonesia Usai M.Zaki Ubaidillah memastikan kesuksesan Indonesia meraih Medali Emas Beregu Putra Asian Games 2026


Dengan penuh rasa haru, para pebulutangkis Indonesia bersama para pendukung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengiringi dinaikkannya bendera Merah Putih saat momen penghormatan kepada peraih medali emas beregu putra Indonesia.

Sejak bulutangkis pertama kali digelar pada Asian Games 1962, Indonesia sudah enam kali merebut medali emas beregu putra. Keenam sukses tersebut terjadi pada Asian Games 1962, 1970, 1978, 1994, 1998, dan 2026.

Tentu ini baru awal kesuksesan bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026 ini. Pecinta bulutangkis Indonesia tentu berharap tim bulutangkis Indonesia juga sukses di nomor perorangan yang digelar usai nomor beregu.

Semoga harapan tersebut terwujud di Asian Games 2026 ini. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement