Breaking News
Memuat breaking news...

Sungai Batang Taris Meluap, Persawahan Balakka Sitokkon Terancam

Redaksi
Redaksi
Rabu, 6 Maret 2024 - 10.29 AM WIB
Sungai Batang Taris Meluap, Persawahan Balakka Sitokkon Terancam
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Pasca banjir dan meluapnya sungai Batang Taris merusak lahan kebun sawit dan membuat pengairan lahan persawahan Balakka Sitokkon terancam.(Waspada/Idaham Butar Butar)

PADANG LAWAS (Waspada); Pasca banjir dan meluapnya sungai Batang Taris, telah merusak kebun sawit warga. Bahkan telah membuat pengairan ratusan hektar lahan persawahan Balakkka Sitokkon terancam.

Demikian menurut keterangan yang dihimpun Waspada dari warga, Rabu (6/3) di wilayah kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), seperti di desa Hutaibus.

Seperti disampaikan Kepala desa (Kades) Hutaibus, Amas muda Hasibuan kepada waspada bahwa pasca banjir dan meluapnya sungai Batang Taris telah merusak lahan dan kebun sawit warga.

Diantaranya termasuk lahan kebun sawit Sari Bulan, 63, H. Darman Pulungan, 55 dan Kamaluddin Hasibuan, 44 yang di sekitar bantaran Sungai Batang Taris sepanjang wilayah desa Hutaibus.

Dikatakan, banjir dan luapan sungai Batang Taris tidak hanya menerjang dan merusak lahan kebun warga, malah aliran sungai Batang Taris menjadi bercabang.

Akibatnya debit air untuk pengairan lahan persawahan Balakka Sitokkon menjadi berkurang dan terancam terkendala.

Karena itu kepala desa Hutaibus dan sejumlah petani yang menjadi korban luapan sungai Batang Taris berharap perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, terutama Dinas PU pengairan provinsi Sumatera Utara.

Hal senada juga disampaikan warga desa Pagaran Jalu-jalu yang juga Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) kecamatan Lubuk Barumun, M. Soleh Siregar sangat berharap adanya perhatian pemerintah agar kelangsungan usaha pertanian di daerah itu mendapat perhatian, katanya. (a30/B)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement