Breaking News
Memuat breaking news...

Sungai Semakin Dangkal, Dua Dusun Di Perbatasan Sumut-Aceh Dilanda Banjir

Redaksi
Redaksi
Minggu, 19 Oktober 2025 - 5.53 PM WIB
Sungai Semakin Dangkal, Dua Dusun Di Perbatasan Sumut-Aceh Dilanda Banjir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BESITANG (Waspada.id): Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat wilayah perbatasan Sumut-Aceh, tepatnya di kawasan Dusun III Gang Yeye, Desa Halaban, Kec. Besitang, dilanda banjir, Minggu (19/10).

Air merendam ruas jalan yang menghubungi Desa Halaban dan Desa Pangkalan Siata, Kec. Pangkalansusu. Sejumlah sepeda motor yang melintasi ruas jalan tersebut mengalami mogok.

Sampai menjelang malam, kondisi air terus naik, bahkan telah merendam perumahan warga. Warga yang terdampak petang itu sibuk untuk menyelamatkan harta benda untuk mencegah rendaman banjir.

Di kawasan Gang Yeye ini kerab menjadi langganan banjir, terutama pada saat musim hujan. Salah satu faktor penyebab banjir karena kondisi sungai sudah semakin dangkal sehingga tak mampu menampung debit air.

Salah seorang warga Dusun III Gang Yeye, Bima, mengatakan, sore itu air naik secara tiba-tiba dan dengan cepat menyebar ke seluruh pemukiman warga. "Saat ini air sudah mencapai paha orang dewasa," ujarnya.

BANJIR merendam ruas ruas jalan di Dusun I9 Kampung Baru, Desa Halaban, Kec. Besitang. Waspada.id/Ist

Peritiwa banjir juga merendam ruas jalan dan pemukiman warga di kawasan jalan menuju Paluh Paluh Pasir, tepatnya di Dusun 19 Kampung Baru, Desa Halaban. Luapan air membuat akses jalan sulit dilalui kenderaan bermotor.

Di daerah ini juga sudah menjadi langganan banjir. Menurut warga, dalam setahun bisa beberapa kali terjadi banjir, terutama di jalan dekat pekuburan Kampung Baru, karena daerah ini datarannya lebih rendah, kemudian parit pembuangan air kecil dan dangkal.

Untuk mengantisipasi agar banjir tidak terus-terusan berulang, masyarakat di kedua dusun memohon kepada pemerintah agar melakukan langkah normalisasi anak sungai yang sudah semakin dangkal dan membangun kanal.(id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement