Supernova, 11 Mahasiswa Mode IKJ Ledakkan Kreativitas Lewat Sejarah dan TradisiSupernova, 11 Mahasiswa Mode IKJ Ledakkan Kreativitas Lewat Sejarah dan Tradisi

JAKARTA (Waspada.id): Sebelas mahasiswa Desain Produk Mode dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menerjemahkan sejarah, tradisi, dan memori masa lalu ke dalam koleksi fashion kontemporer melalui “SUPERNOVA” di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
“Supernova” menjadi puncak perjalanan kreatif mahasiswa yang telah menjalani delapan semester pendidikan. Melalui karya tugas akhir, mereka menuangkan berbagai proses riset, eksplorasi, dan eksperimentasi menjadi koleksi busana yang siap dibawa ke ruang publik.
Dekan FSRD IKJ Dr. Adlien Fadlia, S.Sn., M.Ds., mengatakan tema Supernova menggambarkan ledakan kreativitas mahasiswa setelah melewati proses panjang selama masa studi.
“Supernova itu adalah ekspresi dari para mahasiswa yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir sebagai bentuk ekspresi delapan semester belajar. Itu kan penuh dengan pressure. Jadi meledaknya itu di yudisium ini,” ujar Adlien.
Pergelaran tersebut mengusung konsep “Archive and Remold”, yakni mengolah kembali elemen-elemen masa lampau menjadi karya fashion yang youthful, inovatif, dan relevan dengan dinamika masa kini. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar mengambil bentuk dari masa lalu, tetapi melakukan riset dan mengolahnya menjadi gagasan baru.
“Di koleksi kali ini, tema-temanya memang kita ingin lebih mendekatkan dengan tradisi dan budaya. Kemudian mendekatkan dengan sejarah,” kata Adlin.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah Awaken Youth, koleksi yang terinspirasi dari semangat mahasiswa STOVIA dan gerakan anak muda Indonesia pada era 1920-an. Spirit kebangkitan generasi muda pada masa itu diterjemahkan kembali melalui bahasa fashion masa kini.
Inspirasi lainnya datang dari sejarah industri gula dan tebu di Indonesia. Salah seorang mahasiswa mengangkat Banjar Atma, sebuah pabrik gula di Jawa Tengah, dengan mengambil karakteristik arsitekturnya sebagai sumber inspirasi koleksi busana.
Sementara itu, sejarah Jakarta pada masa kolonial turut hadir melalui eksplorasi terhadap menara-menara air yang dahulu menjadi bagian dari infrastruktur kota, termasuk menara air di kawasan Manggarai.
Beragam inspirasi tersebut kemudian melewati proses riset literasi, eksplorasi, hingga eksperimentasi sebelum menjadi koleksi fashion.
Novi menjelaskan, eksperimentasi dilakukan dengan menerjemahkan bentuk yang ditemukan dalam riset ke material atau jenis kain yang sesuai. Sementara eksplorasi dilakukan dengan menyeleksi berbagai visual hingga menemukan karakter yang tepat untuk sebuah koleksi.
“Dari banyak visual yang menarik dari gagasan mereka itu harus diseleksi agar mendapatkan satu kesan yang tepat untuk sebuah koleksi yang wearable, trendy dan fashionable,” jelasnya.
Kepala Program Studi Desain Produk Mode dan Busana FSRD IKJ Dr. Novi Yuniarti, M.Sn., mengatakan sebanyak 11 mahasiswa menampilkan koleksi fashion desain sebagai bagian dari tugas akhir sekaligus pembuktian kesiapan menuju industri kreatif profesional.
Masing-masing mahasiswa menghasilkan koleksi eksklusif yang terdiri atas lima busana ready-to-wear deluxe dan satu busana art fashion, dilengkapi dengan pengantar karya akademis.
Dengan konsep “Archive and Remold”, karya-karya tersebut menunjukkan bahwa arsip, sejarah, dan tradisi tidak harus berhenti sebagai sesuatu yang dikenang. Di tangan generasi muda, elemen masa lalu dapat diolah kembali menjadi busana yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Pergelaran ini sekaligus menjadi penyelenggaraan ke-10 fashion show Prodi Desain Produk Mode dan Busana FSRD IKJ, sebagai upaya menghadirkan karya akademis mahasiswa ke ruang publik," ujar Novi. (id11)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda