Breaking News
Memuat breaking news...

Tahun Depan, RSUD-ZM Jadi Rujukan Kasus Stroke Dan Kanker

Redaksi
Redaksi
Kamis, 24 November 2022 - 3.38 PM WIB
Tahun Depan, RSUD-ZM Jadi Rujukan Kasus Stroke Dan Kanker
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur, akan menjadi rumah sakit rujukan pelayanan kasus stroke dan kanker di tahun 2023.

“Kita mendapat bantuan dua peralatan baru dari Kementerian Kesehatan RI, sehingga tahun depan kita akan menjadi rujukan kasus stroke dan kasus kanker,” kata Direktur RSUD-ZM Aceh Timur, dr. H. Edy Gunawan MARS, kepada Waspada, Kamis (24/11).

Dijelaskan, lebih 800 RSUD di Indonesia, hanya 150 RSUD yang mendapatkan bantuan tersebut. Bahkan, dari 25 RSUD di Aceh hanya delapan RSUD yang mendapatkan bantuan alat tersebut, salah satunya adalah RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur.

“Dua alat tersebut yakni CT SCAN sama Mammografi yang dilengkapi dengan dengan UPS,” sebut Edy, seraya menyebutkan, jadi tahun 2023 kedua alat itu sudah bisa kita gunakan, karena saat ini masih dalam proses penyiapan ruangan dan pengiriman alat.

Edy juga mengatakan, sumber dana bantuan alat tersebut dari sisa anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan COVID-19 di Indonesia. “Tapi karena kasus COVID-19 sudah berhasil diturunkan secara sangat signifikan, maka dana itu dialihkan untuk membantu pengadaan alat kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh RSUD,” timpa Edy.

Oleh karenanya, bantuan alkes Bumper PEN tersebut sebagai bentuk apresiasi juga dari pemerintah terhadap perjuangan tim RSUD dalam menangani pasien COVID-19. “Kriteria RSUD yang dipilih, salah satunya adalah RSUD yang sudah sangat maksimal dalam membantu penanganan pasien COVID-19 di daerahnya masing-masing,” demikian Edy Gunawan. (b11).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement