Breaking News
Memuat breaking news...

Tahun Lalu 1.400 Jurnalis Dunia Meninggal Oleh Covid-19

Redaksi
Redaksi
Minggu, 9 Januari 2022 - 1.20 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JENEWA, Swiss (Waspada): Lebih dari 1.400 jurnalis di seluruh dunia meninggal akibat Covid-19 pada tahun 2021. Jumlah sebenarnya bisa saja lebih tinggi karena beberapa faktor.

Dilansir AFP, Minggu (9/1/2022), kampanye Emblem Pers (PEC) yang berbasis di Jenewa mengeluarkan laporan ini pada Jumat. Dalam laporan tersebut, rata-rata 116 jurnalis meninggal setiap bulan atau sekitar empat orang per hari.

“Jumlah korban sebenarnya tentu lebih tinggi, karena penyebab kematian jurnalis terkadang tidak ditentukan, atau kematian mereka tidak diumumkan,” kata kelompok itu.

PEC mencatat bahwa jumlah kematian melambat tahun lalu setelah vaksin tersedia. Dari 1.940 kematian jurnalis yang terdaftar di PEC sejak Maret 2020, sekitar setengahnya atau 954 orang berada di Amerika Latin.

Jumlah terbanyak kedua diikuti Asia dengan angka kematian 556, Eropa 263 kasus, Afrika dengan 98, dan Amerika Utara 69 orang. "Lebih dari 50 kematian masih dalam penyelidikan," kata kelompok itu.

Di antara negara-negara tersebut, Brasil dan India memimpin penghitungan dengan masing-masing 295 dan 279 kematian. Namun, menurut Nava Thakuria, perwakilan PEC untuk negara Asia Selatan, angka untuk India bisa mencapai 400 orang.

Peru telah mencatat 199 kematian akibat virus pada jurnalis. di poisisi kedua ada Meksiko dengan 122, Kolombia 79, dan Bangladesh dengan 68. Di AS, setidaknya 67 jurnalis telah meninggal karena Covid-19.

Sementara Italia memiliki jumlah korban tertinggi di antara semua negara Eropa yakni 61 orang. Disusul Venezuela (59), Ekuador (51), Argentina (46), Indonesia (42), Rusia (42), Iran (34), Inggris (33), Turkiye (29), Republik Dominika (29), Pakistan (27), Nepal (23), Mesir (22), dan Bolivia (20).

"Honduras, Afrika Selatan, Spanyol, dan Ukraina semuanya telah mencatat 19 kematian sejauh ini," kata PEC. (afp/m11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement