Breaking News
Memuat breaking news...

Tak Diberi Uang, Anak Aniaya Ibu Kandung

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 4.41 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BELAWAN (Waspada): Gara-gara tak diberi uang untuk membeli rokok, seorang anak tega menganiaya ibu kandungnya. Akibatnya, anak 'durhaka' berinisial KN,40, warga Lingkungan III Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan, kini dijebloskan ke dalam sel Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (25/8).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon mengatakan, aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (14/8) sekira pukul 19.10 WIB. Saat itu pelaku meminta uang kepada ibunya dengan berkata, "Minta uang, aku mau beli rokok". "Tidak ada uangku," jawab ibu pelaku.

Kemudian, tambah pKapolres Pelabuhan Belawan, pelaku memaki korban sembari keluar dari dalam rumah. Tak lama kemudian pelaku kembali masuk lalu melempar korban dengan mainan kuda-kudaan yang terbuat dari karet dan mengenai kepala korban serta menyulut api rokok ke bagian tertentu tubuh ibu kandungnya.

Usai melempar, pelaku mengejar dan mengancam korban dengan mengunakan sebilah pisau dapur.

Merasa takut jiwanya terancam, korban lari dari dalam rumah dan menyelamatkan diri ke rumah anak korban yang bersebelahan dengan rumahnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu tidak berani menolong korban karena pelaku masih memegang pisau.

Tak terima dengan kejadian itu, korban pun membuat pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Tak lama kemudian pelaku pun diringkus. Atas perbuatannya itu, korban dijerat dengan pasal 44 UU RI, dengan hukuman 5 tahun penjara.(m27)

Waspada/Ist

Tersangka KN, pelaku penganiayaan terhadap ibu kandungnya diamankan oleh personel Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (25/8).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement