Tak Perlu Tunggu Jadi Hebat untuk Mulai Berkontribusi,10 Tanoto Fellow Terjun ke Daerah

JAKARTA (Waspada.id): Generasi muda tak perlu menunggu menjadi pejabat, pemimpin organisasi, atau memiliki program besar untuk mulai berkontribusi bagi masyarakat. Kementerian PPN/Bappenas mendorong anak muda memulai perubahan dari persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmantomengatakan kontribusi justru dapat dimulai dari gerakan sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru kita bisa memulainya dari gerakan-gerakan lokal yang dampaknya sangat nyata, dari titik paling kecil di sekitar kita,” ujar Didik dalam Tanoto Foundation Fellowship Programme Cohort 2025 Graduation di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Didik, pengalaman terjun langsung ke masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin masa depan. Sebab, kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui teori dan pembelajaran di ruang kelas.
Pengalaman lapangan membuat generasi muda berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat, sekaligus belajar membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Pesan tersebut tercermin dari perjalanan 10 Tanoto Fellow Cohort 2025 yang selama setahun menjalankan penugasan di berbagai daerah di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Mereka terlibat dalam sejumlah proyek pendidikan, mulai dari penguatan literasi dan numerasi, pendidikan anak usia dini, hingga pengembangan materi pembelajaran berbasis konteks lokal.
Didik berharap pengalaman tersebut tidak berhenti ketika masa fellowship berakhir. Para fellow diharapkan membawa pengetahuan, jejaring, dan pemahaman sosial yang diperoleh selama berada di daerah untuk diterapkan kembali di masyarakat.
“Saya berharap pengalaman tersebut dapat mereka implementasikan ketika kembali ke masyarakat, sehingga inisiatif yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Head of Learning Environment Tanoto Foundation M. Ari Widowati mengatakan nilai utama fellowship bukan semata pengalaman yang diperoleh peserta, melainkan bagaimana pengalaman tersebut digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
“Fellowship ini bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan dari program, tetapi juga tentang apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang sudah kita pelajari,” ujar Ari.
Ia berharap para Tanoto Fellow terus belajar, membangun kolaborasi, dan memberikan kontribusi di lingkungan profesi maupun komunitas masing-masing. Bagi Tanoto Foundation, pengembangan talenta muda merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Pengalaman di lapangan diharapkan melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga memahami persoalan sosial dan mampu menciptakan perubahan berkelanjutan," pungkas Ari. (id11)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda