Breaking News
Memuat breaking news...

Takut Disuntik, Edy Akui Tensi Naik: Dokter Bilang Saya Masih Sangat Layak Jadi Gubernur

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Agustus 2024 - 4.25 PM WIB
Takut Disuntik, Edy Akui Tensi Naik: Dokter Bilang Saya Masih Sangat Layak Jadi Gubernur
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Usai menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan, Bacalon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengaku semua berjalan lancar hanya saja ia mengaki dirinya sangat takut disuntik. Alhasil ia menjadi stres dan tensinya naik.

"Saya takut ditusuk jarum aja. Jadi stress (saya), tapi kara dokter masih cocok jadi Gubernur, " kata Bacalon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (foto) di sela-sela saat rehat untuk menjalankan ibadah Sholat Jumat pada Junat 30 Agustus 2024.

Edy menyebutkan ia sangat tidak suka disuntik tapi karena ini pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ia harus menjalaninya.

"Saya tidak suka ditusuk jarum. Kalau memang ditusuk, ya ditusuk lah. Akhirnya, tensinya jadi tinggi," ucapnya lagi.

Ketika ditanya pemeriksaan kesehatan apa saja yang telah dijalani, Edy mengatakan sudah banyak yang diperiksa diantaranya MRI, Saraf, mata, THT, gigi, dan lainnya akan dilanjutkan setelah sholat jumat.

"Waduh saya gak tau karena saya diperiksa saja, semua diperiksa, mulai MRI, saraf, mata, THT, gigi. Lancar," tegasnya.

Bacalon Gubernur Edy yang berpasangan dengan Wakil Gubernur Sumut, Hasan Basri itu menyebutkan sebelumnya mengikuti pemeriksaan kesehatan, bagian dari tahapan dari pendaftaran calon Kepala Daerah pada Pilkada serentak 2024.

"Saya berserta dengan Hasan Basri Sagala, mengucapkan terima kasih, atas seizin dengan KPU, dalam memenuhi tahapan demokrasi, khususnya tahapan Sumatera Utara," kata Edy Rahmayadi. Edy Rahmayadi.

Ia mengharapkan pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini agar berjalan lancar (cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement