Talenta Lokal Warnai Panggung Utama PRSU, Musisi Sumut Diberi Ruang TampilTalenta Lokal Warnai Panggung Utama PRSU, Musisi Sumut Diberi Ruang Tampil

MEDAN (Waspada.id)– Penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 tidak hanya menghadirkan deretan artis nasional di panggung utama, tetapi juga memberikan kesempatan kepada musisi dan penyanyi lokal Sumatera Utara untuk tampil menghibur pengunjung.
Sejumlah grup musik dan penyanyi asal Sumatera Utara tampil pada malam-malam tertentu di panggung utama yang sama dengan lokasi konser artis nasional.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi seni dan musik daerah sekaligus memberi ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat.
Selain penampilan band, panggung utama PRSU juga diisi berbagai pertunjukan tematik yang menampilkan seniman daerah dengan beragam genre musik dan kekhasan budaya.
Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam rangkaian hiburan selama penyelenggaraan PRSU.
Meski jumlah penonton saat penampilan musisi lokal tidak sebesar konser artis nasional, kesempatan tampil di panggung utama tetap menjadi pengalaman berharga.
Fasilitas pendukung seperti tata suara dan pencahayaan berstandar konser dinilai memberikan pengalaman yang sulit diperoleh dalam pertunjukan reguler.
Salah seorang musisi Medan, Didi, vokalis Morbid yang tampil bersama Roll Jack pada Senin (20/7), mengatakan kesempatan tampil di panggung utama PRSU menjadi nilai tambah bagi perjalanan karier bermusiknya.
"Meski penonton tidak sebanyak saat konser artis nasional, tampil di PRSU menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ini menambah portofolio dan membangkitkan semangat bermusik karena tampil di panggung besar dengan fasilitas yang sangat baik," ujarnya.
Tantangan
Pendapat serupa disampaikan vokalis band rock DQ Project, Diurnanta. Ia mengenang pengalamannya saat menjadi band pembuka konser grup musik NAFF di PRSU tahun 2017.
Menurutnya, tampil di panggung utama PRSU memberikan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi musisi lokal.
"Atmosfernya berbeda dibanding tampil di kafe. Ada tantangan bagaimana membangun interaksi dengan penonton yang datang dari berbagai latar belakang. Itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan," kata Diurnanta yang juga dikenal sebagai jurnalis musik di Medan.
Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggara PRSU yang tetap membuka ruang bagi musisi daerah untuk tampil di panggung utama. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi motivasi bagi para pelaku musik di Sumatera Utara untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas penampilan mereka.
Kehadiran talenta lokal di panggung utama PRSU dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap perkembangan industri musik daerah, sekaligus membuktikan bahwa ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi panggung bagi artis nasional, tetapi juga wadah bagi musisi Sumatera Utara untuk memperluas pengalaman dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda