Breaking News
Memuat breaking news...

Taliban Buang 3.000 Liter Miras Di Kanal Afghanistan

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Januari 2022 - 4.47 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KABUL, Afghanistan (Waspada): Salah satu tim intelijen Taliban di Afghanistan membuang 3.000 liter minuman keras ke salah satu kanal di Kabul, Afghanistan. Pembuangan ini dilakukan kala otoritas Taliban memperketat larangan penjualan alkohol di negara itu.

Dalam rekaman video yang dirilis Direktorat Jenderal Intelijen (GDI) dalam Twitter, terlihat beberapa agen menuangkan alkohol yang sebelumnya disimpan dalam tong ke kanal. Sebelumnya pihak GDI sempat menyita alkohol tersebut kala penggerebekan, dilansir AFP, Senin (3/1/2022).

"Umat Muslim seharusnya tidak membuat dan memberikan alkohol," kata salah satu akademisi religius di video yang dipublikasikan GDI, Minggu (2/1)

Pihak GDI mengklaim tiga pengedar alkohol ditangkap dalam penggerebekan. Walaupun begitu, tidak jelas kapan penyitaan ini dilakukan dan kapan alkohol ini dihancurkan.

Larangan penjualan dan konsumsi alkohol telah ada dalam pemerintahan Afghanistan sebelumnya, yang mana dibantu oleh negara Barat. Meski demikian, aturan ini semakin diperketat kala Taliban berkuasa.

Sejak Taliban berkuasa, penggerebekan terjadi semakin sering, khususnya dalam masalah narkotika. Pejuang Taliban juga beberapa kali diberitakan bersikap represif terhadap demonstran dan jurnalis yang meliput di Afghanistan.

Kementerian Pemerintah Taliban untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan juga mengeluarkan beberapa pedoman yang membatasi hak-hak perempuan.

Salah satu pembatasan terbaru yang dilakukan Taliban ialah tidak mengizinkan perempuan bepergian jarak jauh sendiri, melainkan harus ditemani wali laki-laki.

"Perempuan yang bepergian lebih dari 72 kilometer tidak boleh ditawari tumpangan apabila mereka tidak ditemani oleh anggota keluarga dekat," ujar juru bicara Kementerian Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan, Sadeq Akif, kepada AFP pada Minggu (26/12).

Selain itu, krisis ekonomi juga melanda Afghanistan dan membuat semakin banyak orang tua yang terpaksa menjual anak mereka demi mendapatkan uang untuk makan. Banyak pula orang tua yang harus melihat anak mereka semakin sakit karena malnutrisi. (afp/m11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement