Breaking News
Memuat breaking news...

Tampung 1.010 UMKM, 1.658 Produk, Pemko Medan Siap Luncurkan Marketplace Kedan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 19 Oktober 2023 - 10.23 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Medan (Waspada): Lebih dimaksimalkan lagi fungsi dan tampilannya menjadi pesan yang disampaikan Wali Kota Bobby Nasution saat memimpin Rapat Lanjutan Persiapan Uji Coba Marketplace Kedai Elektronik Medan (Kedan) di Balai Kota Medan, Kamis (19/10) sore. Adapun Kedan ini merupakan aplikasi yang menjadi marketplace bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk memasarkan produknya.

Selain itu, kehadiran Kedan juga untuk mendukung kebijakan yang mewajibkan ASN di lingkungan Pemko Medan untuk berpenampilan casual setiap Selasa mulai November mendatang. Nantinya, kebutuhan yang akan dikenakan ASN wajib menggunakan produk UMKM yang dibeli di Marketplace Kedan sehingga upaya mewujudkan UMKM Naik Kelas dapat terwujud.

Didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, dalam arahannya, Bobby Nasution menyampaikan beberapa hal guna penyempurnaan Kedan. Hal tersebut, terangnya, agar penggunaannya mudah dipahami, termasuk proses pemesanan dan pembayaran.

"Mungkin ada beberapa hal saja yang perlu diatur ulang. Agar apa? Agar pembeli dan penjual juga saling dimudahkan. Mana yang perlu diminimalisir, saya rasa dikurangi saja. Intinya fungsi, maksud dan tujuan dan capaian dari marketplace ini tidak berkurang," kata Bobby Nasution usai melihat paparan cara pemakaian Kedan.

Terhitung, ada sebanyak 1.658 produk dari 1.010 UMKM yang masuk dalam Marketplace Kedan. Dari jumlah UMKM tersebut, sebanyak 207 UMKM bergerak di bidang fashion. Sedangkan, selebihnya diisi oleh pelaku UMKM kuliner, bahan pokok, produk kriya dan lainnya. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement