Tangkal Kekerasan Seksual Lewat Pendidikan Kesehatan ReproduksiTangkal Kekerasan Seksual Lewat Pendidikan Kesehatan Reproduksi
JAKARTA (Waspada): Saat ini, risiko kekerasan dan kekerasan seksual lebih rentan terjadi terhadap perempuan. Oleh sebab itu, pengetahuan kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan diri.
Tidak hanya itu, kesehatan reproduksi juga sangat bepengaruh terhadap kesehatan perempuan saat menjadi ibu di masa depan dan kesehatan anak yang dikandung dan dilahirkan nantinya.
Pembekalan mengenai kehidupan pernikahan juga sangat penting karena keluarga yang setara, kuat, dan sejahtera akan menciptakan bangsa yang kuat pula.
Karena itu, Kementerian PPPA meluncurkan program Sejuta Putri Brilian dari Womenpreneur Indonesia Networks (WIN), Senin (11/4). Kehadiran program 'Sejuta Putri Brilian' ini menjadi sangat penting karena membahas mengenai isu-isu sentral anak perempuan seperti kesehatan reproduksi temasuk merawat diri dan kesehatan menstruasi, pencegahan perkawinan anak, dan kehidupan berkeluarga, serta mindset kewirausahaan menjadi program yang penting dan strategis bagi masa depan anak-anak perempuan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Menteri PPPA menyampaikan apresiasi kepada Womenpreneur Indonesia Networks (WIN) dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara peluncuran ini.
Menteri PPPA juga menyampaikan pesan kepada Bapak dan Ibu pengelola/pengurus Panti yang mana mereka adalah orang tua bagi anak-anak panti. Maka dari itu, berikanlah seluruh hak anak, baik itu pengasuhan, pendidikan, partisipasi, maupun perlindungan dari segala kekerasan, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan pemilihan Jawa Barat khususnya Kota Bandung sebagai lokasi peluncuran Program WIN sangatlah tepat, mengingat 90 persen roda perekonomian Jawa Barat dijalankan oleh UMKM. Terkait dengan program WIN, Gubernur Jawa Barat menerangkan berbagai inovasi dan inisiatif program yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai dari kewirausahaan, kesetaraan gender di bidang politik, pendidikan, kesehatan, dan penghapusan stunting dengan target zero stunting di Provinsi Jawa Barat pada 2045.
Lebih lanjut, Ketua Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN), Diah Yusuf menerangkan kehadiran WIN sebagai platform pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi dan kewirausahaan berperspektif gender, yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Intenational Council for Small Business (ICSB), dan Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Selain peluncuran hari ini, di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah, Diah Yusuf mengatakan mengadakan kegiatan kelas kesehatan reproduksi bagi remaja perempuan bagi anak asuhan panti ini yang diawali dengan edukasi kesehatan masa menstruasi dan reproduksi perempuan kemudian edukasi kebersihan badan dan penggunaan pembalut yang baik dan benar yang akan diakhiri dengan enterpreneurial funwork.
Pada peluncuran program Sejuta Putri Brilian turut hadir pula Ketua International Council for Small Business (ICSB), Hermawan Kartajaya, Ketua Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Fathema Djan Rachmat, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Lenny N Rosalin, selaku Wakil Ketua WIN, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Agustina Erni, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, dan Ketua Pengurus Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Bandung, Suhada.
Kegiatan peluncuran diakhiri dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara WIN dengan WINsmate (afiliasi yang akan melakukan implementasi dan pelaksanaan program) yang terdiri dari Sekoper Cinta, ICSB Jabar, TDA, dan Dompet Dhuafa.(J02)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda