Breaking News
Memuat breaking news...

Tantangan Pancasila Semakin Kompleks

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 Juni 2025 - 12.03 AM WIB
Tantangan Pancasila Semakin Kompleks
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DOLOKSANGGUL (Waspada): Era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila semakin kompleks dan nyata. Hal ini ditegaskan Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Oloan Paniaran Nababan membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, di Halaman Kantor Bupati, Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Minggu (1/6/2025).

Disampaikan, bahwa penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi hingga disinformasi mengancam kohesi sosial. Oleh karena itu, melalui Asta Cita, semua dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi hingga ruang ritual.

Ditambahkan, momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila, diharapkan tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pancasila bukan sekedar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiawa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," terangnya.

Katanya, dari sila pertama hingga sila kelima terkandung prinsip-prinsip yang menuntun untuk membangun bangsa dengan semangat gotongroyong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Selanjutnya, sambung Oloan, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita adalah memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

"Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah, kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan dan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi," pungkasnya. (cas/a08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement