Breaking News
Memuat breaking news...

Target Lahirkan Lima Profesor Setiap Tahun, UT Perkuat Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 1.23 PM WIB
Target Lahirkan Lima Profesor Setiap Tahun, UT Perkuat Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia
Universitas Terbuka (UT) memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berkelas dunia dengan meningkatkan kapasitas akademik dan riset melalui penambahan jumlah guru besar.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TANGERANG SELATAN (Waspada.id) : Universitas Terbuka (UT) memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berkelas dunia dengan meningkatkan kapasitas akademik dan riset melalui penambahan jumlah guru besar. Setelah mengukuhkan enam profesor pada hari pertama Pengukuhan Profesor UT Tahun 2026, Rabu (5/8/2026) jumlah profesor UT akan mencapai 39 orang dan bertambah menjadi 45 orang setelah enam profesor berikutnya dikukuhkan hari berikutnya.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengatakan penambahan jumlah profesor tersebut menjadi bukti bahwa UT semakin siap bersaing di tingkat global. Menurutnya, keberadaan para profesor dengan kepakaran yang beragam menjadi modal penting bagi UT untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi.

Ia menegaskan, profesor tidak hanya dipandang sebagai jenjang akademik tertinggi, tetapi memiliki tanggung jawab besar sebagai penghasil ilmu pengetahuan yang harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Profesor adalah kepercayaan yang diberikan negara untuk memproduksi ilmu pengetahuan. Karena itu, harus menghasilkan karya yang tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga berdampak bagi masyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers usai prosesi pengukuhan Profesor UT 2026 di UTCC , Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026).

Ali menjelaskan, UT menargetkan penambahan sedikitnya lima profesor baru setiap tahun. Target tersebut dilakukan melalui percepatan pengembangan karier dosen, pemetaan dosen potensial, penciptaan atmosfer akademik yang kondusif, serta dukungan penuh terhadap kegiatan penelitian.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penguatan kelompok riset profesor melalui program Collaborative Research Professor (CRISPRO). Program tersebut memberikan ruang bagi para profesor untuk mengembangkan penelitian strategis dengan dukungan pendanaan yang memadai.


Selain itu, UT juga mendorong kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra akademik, baik nasional maupun internasional. Melalui strategi tersebut, UT menargetkan lahirnya sedikitnya 450 artikel publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Ali mengatakan, capaian tersebut akan memperkuat posisi UT dalam pemeringkatan universitas dunia (World University Ranking). UT, menurutnya, tidak lagi hanya dikenal sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, tetapi juga sebagai universitas berbasis riset yang menghasilkan inovasi.

Dalam jangka panjang, UT optimistis dapat memiliki lebih dari 100 profesor. Jumlah tersebut dinilai penting untuk menopang pengembangan sekitar 700 mata kuliah yang tersebar di berbagai program studi.

“Profesor juga memiliki peran penting sebagai mentor, pembimbing, dan penggerak bagi dosen-dosen muda agar regenerasi akademik terus berjalan,” kata Ali.

Sementara itu, mewakili enam profesor yang baru dikukuhkan, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa keberhasilan mereka mencapai jabatan akademik tertinggi tidak terlepas dari dukungan lingkungan akademik yang dibangun UT.

Menurut Prof. Rahmat, universitas memberikan ruang yang luas bagi dosen untuk berkembang melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menambahkan, UT juga telah melakukan pemetaan terhadap dosen potensial untuk mendapatkan pembinaan yang lebih terarah agar semakin banyak dosen yang mampu mencapai jabatan profesor.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement