Breaking News
Memuat breaking news...

Tenggelamnya Nafiza di Water Park Blang dan Alarm bagi Orang Tua di Wisata Air

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 8.22 PM WIB
Tenggelamnya Nafiza di Water Park Blang dan Alarm bagi Orang Tua di Wisata Air
Petugas polisi memasang police line di kolam tempat korban meninggal. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

“Tak ada orang tua yang berangkat berlibur sambil membayangkan akan pulang membawa duka. Namun, bahaya di kolam renang sering datang bukan dalam hitungan jam, melainkan hanya dalam hitungan detik.”

Minggu sore seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi keluarga. Anak-anak berlarian, bermain air, dan tertawa riang menikmati hari libur. Pemandangan itulah yang lazim terlihat di berbagai lokasi wisata air, termasuk di Water Park Blang, Dusun Kuya Raoh, Gampong Lhok Seutuy, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Namun, pada Minggu (18/10/2026), suasana yang penuh keceriaan itu mendadak berubah menjadi kepanikan.

Nafiza Ulfa, bocah perempuan berusia delapan tahun, datang bersama ibunya untuk berenang. Seperti anak-anak pada umumnya, ia ingin menikmati keseruan bermain air. Awalnya, Nafiza berada di kolam khusus anak-anak dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter. Sang ibu pun turut berada di sekitar kolam tersebut untuk mengawasi putrinya.

Tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada sebuah tragedi. Hingga kemudian, tanpa disadari ibunya, Nafiza berpindah ke kolam orang dewasa yang memiliki kedalaman lebih besar. Di sanalah musibah itu terjadi.

Beberapa anak yang sedang berenang tiba-tiba berteriak meminta pertolongan setelah melihat korban tenggelam. Suasana yang semula dipenuhi gelak tawa berubah menjadi kepanikan. Sang ibu berusaha menyelamatkan anaknya. Nafiza kemudian dilarikan ke Puskesmas Baktiya bersama pengawas kolam.

Namun, takdir berkata lain. Bocah kecil itu dinyatakan meninggal dunia. Di rumah duka, tangis keluarga pecah. Liburan yang seharusnya menjadi kenangan indah berubah menjadi luka yang akan membekas seumur hidup. Namun, di balik peristiwa memilukan tersebut, tersimpan pelajaran yang amat berharga bagi setiap orang tua.

Tenggelamnya Nafiza di Water Park Blang dan Alarm bagi Orang Tua di Wisata Air

Pengawasan Tak Boleh Berkedip

Banyak orang tua menganggap kolam renang sebagai tempat rekreasi yang relatif aman, terutama ketika anak bermain di kolam dangkal. Padahal, kecelakaan air merupakan salah satu peristiwa yang dapat terjadi dalam waktu sangat singkat.

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka mudah tertarik berpindah tempat, mengikuti teman bermain, atau mencoba area baru tanpa memahami risiko yang ada. Sering kali, perpindahan itu terjadi hanya dalam beberapa langkah dan beberapa detik. Detik yang bagi orang dewasa terasa sangat singkat bisa menjadi penentu antara selamat atau celaka.

Karena itu, kehadiran orang tua di lokasi wisata air tidak cukup hanya dengan berada dekat anak. Pengawasan harus benar-benar melekat pada pandangan mata. Saat anak berada di dalam air, perhatian tidak boleh teralihkan oleh telepon seluler, percakapan, atau aktivitas lainnya. Banyak tragedi bermula bukan karena orang tua tidak peduli, melainkan karena merasa anak masih berada di tempat yang aman.

Wisata Air Menuntut Kewaspadaan Bersama

Peristiwa yang menimpa Nafiza juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di tempat wisata air merupakan tanggung jawab bersama.

Pengelola wisata perlu menyediakan standar keselamatan yang memadai, mulai dari penanda kedalaman kolam yang jelas, petugas pengawas yang siaga, peralatan penyelamatan, hingga prosedur penanganan darurat yang terukur.

Sementara itu, orang tua perlu memastikan anak memahami batas area bermain, menggunakan alat bantu keselamatan bila diperlukan, serta tidak membiarkan mereka berpindah kolam tanpa pendampingan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Baktya Iptu Fery Suyatna, dalam rilis pers yang diterima Waspada.id, Selasa (20/10/2026), menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lokasi, korban datang bersama ibunya sekitar pukul 15.00 WIB untuk berenang.

Dalam siaran pers tersebut juga dikabarkan bahwa pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan kepergian korban. (Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I/Waspada.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement