Breaking News
Memuat breaking news...

Terima Audiensi BMI Kota Medan, Rico Waas: Bilal Mayyit Punya Peran Mulia, Harus Dibekali Ilmu Dan Standar Yang Benar

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 - 8.43 PM WIB
Terima Audiensi BMI Kota Medan, Rico Waas: Bilal Mayyit Punya Peran Mulia, Harus Dibekali Ilmu Dan Standar Yang Benar
Wali Kota Medan Rico Tri Waas menerima audiensi pengurus BMI Kota Medan yang dipimpin Ketua BMI, Amir Husin, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (23/7/2026). Waspada.idi/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran bilal mayyit dalam kehidupan masyarakat khususnya bagi Umat muslim. Menurut Rico Waas profesi yang bertugas mengurus jenazah itu memiliki tanggung jawab besar sehingga harus dibekali pemahaman syariat dan tata cara yang benar sesuai standar.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan yang dipimpin Ketua BMI, Amir Husin, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (23/7/2026). Turut hadir Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum yang juga Penasehat BMI Kota Medan.

Rico Waas mengatakan, peran bilal mayyit sama pentingnya dengan tenaga kesehatan yang membantu proses kelahiran manusia. Jika sejak lahir seseorang ditangani dokter dan bidan, maka ketika meninggal dunia, khususnya bagi umat Islam, terdapat bilal mayyit yang bertugas mengurus jenazah hingga proses pemakaman.

"Bagi saya, keberadaan bilal mayyit sangat berharga. Jenazah dimandikan dengan benar dan didoakan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan pelayanan seperti itu, sehingga peran bilal mayyit sangat berarti," kata Rico Waas didampingi Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kaban Kesebangpol Andi Mario dan Kabag Kesra Agus Maryono.

Menurutnya, setiap bilal mayyit harus memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat dan standar operasional (SOP). Dengan demikian, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan secara profesional dan benar.

"Kalau dijalankan sesuai SOP, tentu kualitasnya akan semakin profesional. Karena itu, pemahaman mengenai tata cara bilal mayyit harus terus diperkuat," ujar Rico Waas

Rico Waas juga menyambut baik penyusunan buku panduan tata cara pengurusan jenazah yang telah dilakukan. Ia menilai buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para bilal mayyit di Kota Medan.

Selain itu, Rico Waas menilai penguatan hingga tingkat kewilayahan juga penting agar masyarakat memiliki sumber daya bilal mayyit yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat. Pemko Medan juga berencana menyediakan paket fardhu kifayah bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.

Sementara itu, Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Medan terhadap organisasi yang dipimpinnya. Ia mengatakan audiensi tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepengurusan BMI Kota Medan yang telah dilantik pada Agustus lalu.

Menurut Amir, selama ini BMI Kota Medan aktif menggelar pelatihan dan pembinaan bagi generasi muda agar memahami tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam. Organisasi tersebut juga telah berkirim surat ke Kesbangpol Kota Medan dan berkantor di Jalan Karya, Karang Berombak.

"Kami juga membuat program roadshow ke berbagai kecamatan. Kemarin kami melaksanakannya di Kecamatan Medan Johor dan sambutan masyarakat sangat baik. Mereka berharap kegiatan seperti ini lebih sering digelar," ujarnya.

Amir menambahkan, saat ini sebagian besar bilal mayyit merupakan kalangan lanjut usia sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, BMI terus mendorong pelatihan bagi pemuda, remaja, hingga guru sekolah agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah sesuai syariat.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement