Breaking News
Memuat breaking news...

Terkait Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Masyarakat Yang Setuju Sama Dengan Jumlah Parpol

Redaksi
Redaksi
Rabu, 11 Januari 2023 - 7.55 PM WIB
Terkait Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Masyarakat Yang Setuju Sama Dengan Jumlah Parpol
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Fraksi Partai Amanat Nasional ( F PAN ) di DPR RI mendorong agar Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan secara baik pandangan masyarakat, para ahli, dan lembaga swaaya masyarakat ( LSM ) terkait sistem pemilihan umum (pemilu).

Pasalnya, mayoritas masyarakat, para ahli dan LSM tetap mendukung sistem proporsional terbuka. Sudah banyak pandangan, argumen, dan pemikiran yang disampaikan.

"Kalau mau hitung-hitungan, prosentasi jumlah masyarakat yang setuju proporsional terbuka sama dengan jumlah partai politik (parpol ) yang sudah menyetujui. Sekarang ini, partai sudah ada delapan yang tetap ingin memakai proporsional terbuka. Nah, itu kan sangat mayoritas. Segitu jugalah kira-kira prosentasi masyarakat yang mendukung sistem terbuka", ujar Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay melalui keterangan tertulisnya kepada waspada.id, Rabu (11/1/2023) di Jakarta.

Belum lagi LSM dan aktivis pro-demokrasi. Mereka juga sudah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), diskusi, dan seminar. Bahkan, ada juga yang secara sengaja melakukan konfrensi pers untuk menyampaikan pendapat mereka soal pentingnya mempertahankan sistem terbuka, tambahnya.

Semua itu menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II ini, tentu tidak bisa diabaikan. Apalagi, LSM-LSM tersebut adalah independen dan tidak berafiliasi dengan kekuatan politik mana pun.

"Para hakim MK tentu sudah membacanya. Mereka diyakini tahu argumen-argumen yang disampaikan. Dan tentunya, pertimbangan moral dan akal dinilai lebih tepat untuk menerapkan sistem terbuka", katanya.

Mantan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah ini mengingatkan bahwa demokrasi itu arahnya adalah partisipasi, kesetaraan, dan keadilan. Hanya dalam sistem terbuka arah itu bisa diwujudkan.

"Terbukti, selama ini masyarakat selalu merasa ikut 'berpesta' dalam setiap pemilu yang dilaksanakan", tukas Saleh Partaonan Daulay. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement