Breaking News
Memuat breaking news...

Tersangka Korupsi BRI Amplas Diserahkan Ke Jaksa Penuntut

Redaksi
Redaksi
Rabu, 26 Oktober 2022 - 3.34 PM WIB
Tersangka Korupsi BRI Amplas Diserahkan Ke Jaksa Penuntut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Simpang Amplas, kepada tim jaksa penuntut.

Pelimpahan dilakukan pada Selasa (25/10) sore setelah berkas perkara kasus dugaan korupsi itu diinyatakan lengkap (P21).

"Penyidik Pidsus pada Kejari Medan telah melakukan penyerahan tersangka, barang bukti, dan berkas perkara kepada Tim Penuntut Umum Kejari Medan," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Wahyu Sabrudin melalui Kasi Intelijen Kejari, Simon.

Dikatakan Simon, penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama Rahmuka Triki Ekawan selaku mantan Kepala Unit Bank BRI Simpang Amplas Tahun 2020 dan Dina Arpina selaku mantan Customer Service

"Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi di BRI Unit Simpang Amplas yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,9 miliar," sebut Simon.

Atas perbuatannya, kata Simon, kedua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Sub Pasal 3 juncto Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Selanjutnya, kedua tersangka tetap dilakukan penahanan, untuk tersangka Rahmuka Triki Ekawan ditahan di Rutan Tanjunggusta Medan sedangkan tersangka Dina Arpina ditahan di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan dalam kepentingan JPU dalam menyiapkan dakwaan serta melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan," sebutnya.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Medan Agus Kelana Putra menjelaskan modus yang dilakukan tersangka Dina Arpina selaku Customer Service, yakni mengajukan pinjaman Kupedes dengan mengagunkan rekening nasabah tanpa persetujuan debitur.

"Kemudian, mengajukan agunan debitur Kupedes 6 rekening nasabah dan pelunasannya untuk kepentingan tersangka Dina. Selanjutnya pinjaman debitur 9 rekening nasabah digunakan tersangka Dina," kata Agus.

Selain itu, kata Agus, tersangka Dina juga memalsukan 2 bilyet deposito dan uangnya dipergunakan untuk tersangka Dina.

"Sedangkan keterlibatan tersangka Rahmuka Triki Ekawan yakni secara sengaja tidak melakukan pengawasan dan pengendalian tugas dan fungsinya sebagai Kepala BRI unit Simpang Amplas sehingga memberi kesempatan tersangka Dina merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,9 miliar sesuai perhitungan BPKP," pungkasnya. (m32).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement