Breaking News
Memuat breaking news...

Tiap Bulan, APBN Bayar Rp9,6 Triliun Bagi Pengguna Subsidi BBM 

Redaksi
Redaksi
Senin, 24 Juli 2023 - 3.59 PM WIB
Tiap Bulan, APBN Bayar Rp9,6 Triliun Bagi Pengguna Subsidi BBM 
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, hingga semester I/2023 pemerintah menanggumg beban subsidi untuk bahan Bakar minyak (BBM) sebesar Rp57,7 triliun.

"Ini artinya, tiap bulan APBN membayar Rp9,6 triliun bagi pengguna subsidi dari BBM," ujarnya, di kutip dari YouTube Kemenkeu, Senin (24/7/2023).

Sepanjang Semester I/2023 total belanja pemerintah pusat sebesar Rp891 triliun. Mayoritas realisasi belanja pemerintah pusat tersebut didominasi belanja untuk masyarakat.

"Sebanyak 55,2 persen atau Rp492 triliun adalah belanja yang manfaatnya langsung diterima masyarakat," ungkap Menkeu.

            Tambah Bansos 

Sri Mulyani juga mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo memberi arahan akan menambah bantuan sosial (bansos) berupa beras 10 kilogram per bulan bagi 21,35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dia katakan, bansos tersebut akan mulai diberikan pada Oktober-Desember 2023. Dengan adanya tambahan bansos ini, pemerintah menambahkan anggaran sebesar Rp 8 triliun.

"Bansos tersebut akan diberikan kepada 21,3 juta keluarga kelompok yang rentan, sehingga setiap kelompok atau keluarga mendapatkan 10 kilogram beras per bulan," tutur Menkeu. .

Secara keseluruhan, realisasi belanja negara sepanjang semester I/2023 sebesar Rp1.255 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp891,6 triliun atau 71 persen dari total belanja negara.

Dari belanja pemerintah pusat tersebut, realisasi belanja untuk kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp417,2 triliun atau 41,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Sementara, belanja non K/L yang terealisasi mencapai Rp474,4 triliun atau 38,1 persen dari target APBN," jelas Menkeu.

         Surplus 

Meski demikian, sambungnya, posisi APBN hingga semester I/2023 masih dalam kondisi surplus Rp152,3 triliun atau sebesar 0,71 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sri Mulyani merincikan, pendapatan negara mencapai Rp1.407,9 triliun di semester I 2023 atau 57,2 persen dari total target pendapatan negara tahun ini.

Dari sisi belanja negara telah terbelanjakan sebanyak Rp1.255,7 triliun di semester I/2023 atau 41 persen dari target APBN tahun ini.

"Ini terjadi kenaikan tipis sekitar 0,9 persen, dibandingkan total belanja negara tahun lalu," pungkas Sri Mulyani. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement