Breaking News
Memuat breaking news...

Tiga Remaja Disambar Petir Terpaksa Dilarikan Ke RSUD Sibuhuan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 6.55 AM WIB
Tiga Remaja Disambar Petir Terpaksa Dilarikan Ke RSUD Sibuhuan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIBUHUAN (Waspada); Tiga gadis remaja yang lagi duduk-duduk di depan rumah disambar petir hingga terpental ke samping, akhirnya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.

Menurut informasi yang dihimpun Waspada di lapangan, Jumat (23/8) kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 15.35 WIB di saat hujan turun yang dibarengi petir menyambar.

Di saat itu ada tiga gadis remaja lagi bermain di bawah pohon yang ada di depan rumah, tiba-tiba terjadi suara ledakan, petir menyambar membuat mereka terpental ke samping.

Adapun ketiga gadis remaja yang menjadi korban terkena sambaran petir itu termasuk Riski Handayani Tanjung, 14, Emmy Wahyuni Lubis, 15, dan Juni Roma Riski Lubis, 15, ketiganya sama-sama pelajar warga lingkungan VI kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun.

Babinsa Koramil 08 Barumun Dandim 0212/TS, Serda TP Tumanggor melihat ketiga korban tergeletak langsung memberikan bantuan dan melarikan ketiga korban ke RSUD Sibuhuan untuk mendapat perawatan.

Camat Barumun, Wildan Ansori Hasibuan, saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tiga gadis remaja yang terpaksa dilarikan ke RSUD Sibuhuan karena mengalami luka bakar akibat disambar petir.

Setelah mendapat penanganan medis ketiga korban kemudian sadar, namun tetap harus mendapatkan perawatan. (a30)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement