Breaking News
Memuat breaking news...

Tiga 'Tangan' Tentukan Nasib Manusia, Dari Takdir, Karya, Hingga Keputusan Mengubah Sejarah

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 27 Juni 2026 - 12.08 PM WIB
Tiga 'Tangan' Tentukan Nasib Manusia, Dari Takdir, Karya, Hingga Keputusan Mengubah Sejarah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh Syafrizal ZA

Sejak dahulu manusia selalu berusaha mencari jawaban atas satu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya menentukan nasib seseorang?

Sebagian meyakininya sebagai takdir. Sebagian lain percaya pada kerja keras. Ada pula yang beranggapan bahwa keberhasilan lahir dari kesempatan dan jaringan kekuasaan.

Namun jika seluruh pengalaman peradaban manusia dirangkum ke dalam sebuah analogi sederhana, maka nasib seseorang sesungguhnya ditentukan oleh tiga tangan. Masing-masing, garis tangan, buah tangan dan tanda tangan.

Ketiganya bukan sekadar ungkapan bahasa, melainkan representasi dari tiga kekuatan utama, yang membentuk perjalanan hidup manusia, yakni takdir, karya dan keputusan.

Yang pertama garis tangan. Garis tangan adalah realitas yang tidak dipilih. Setiap manusia memulai hidup dari titik yang berbeda. Ada yang lahir di tengah kemapanan. Ada yang lahir dalam keterbatasan.

Ada yang sejak kecil menikmati akses pendidikan terbaik, sementara yang lain harus berjuang hanya untuk bertahan hidup. Inilah yang disebut garis tangan. Ia melambangkan kondisi awal yang tidak pernah dipilih oleh siapa pun.

Dalam bahasa modern, garis tangan dapat dimaknai sebagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, bahkan peluang yang tersedia sejak seseorang dilahirkan.

Namun sejarah dunia berulang kali membuktikan bahwa, garis tangan bukanlah vonis. Banyak tokoh besar lahir dari kesederhanaan, lalu mengubah dunia melalui pemikiran dan kerja kerasnya.

Sebaliknya, tidak sedikit yang lahir dengan segala kemudahan, tetapi gagal meninggalkan jejak berarti. Karena itu, garis tangan hanya menentukan titik awal, bukan garis akhir.

Takdir memberi tempat untuk memulai, tetapi tidak menentukan seberapa jauh seseorang akan melangkah.

Yang kedua buah tangan. Buah tangan adalah warisan yang sesungguhnya. Jika garis tangan adalah awal cerita, maka buah tangan adalah isi ceritanya. Buah tangan adalah segala sesuatu yang dihasilkan manusia selama hidupnya. Ia bisa berupa karya, gagasan, inovasi, ilmu pengetahuan, kebijakan, pengabdian, ataupun manfaat yang dirasakan orang lain.

Peradaban manusia tidak dibangun oleh mereka yang sekadar hidup. Peradaban dibangun oleh mereka yang menghasilkan. Dunia mengenang para ilmuwan karena penemuannya. Mengenang para guru karena murid-muridnya. Mengenang para pemimpin karena keberanian dan kebijakannya. Dan mengenang para penulis karena gagasan yang melampaui zamannya.

Pada akhirnya, ukuran seseorang bukanlah apa yang dimilikinya, melainkan apa yang ditinggalkannya. Harta dapat berpindah tangan. Jabatan memiliki masa jabatan. Popularitas sering kali berumur pendek. Namun karya yang bermanfaat mampu hidup jauh melampaui usia penciptanya.

Karena itu, buah tangan adalah bentuk keabadian yang paling realistis, yang dapat dicapai manusia.

Ketiga tanda tangan. Tanda tangan adalah kekuasaan yang mengandung tanggung jawab. Di atas takdir dan karya, terdapat satu unsur lain, yang sering kali menentukan arah kehidupan banyak orang sekaligus, yaitu tanda tangan.

Dalam makna simboliknya, tanda tangan adalah keputusan. Ia adalah titik ketika seseorang diberi kewenangan, untuk menentukan sesuatu.

Seorang hakim mengubah hidup seseorang melalui tanda tangannya. Seorang kepala daerah menentukan arah pembangunan, melalui tanda tangannya. Seorang pemimpin perusahaan membuka atau menutup peluang bagi ribuan pekerja, melalui tanda tangannya.

Dalam dunia modern, tanda tangan adalah bentuk paling nyata dari kekuasaan. Namun kekuasaan bukanlah kehormatan. Kekuasaan hanyalah alat. Kehormatan lahir dari cara alat itu digunakan.

Sejarah manusia dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang dikenang, bukan karena besarnya kekuasaan yang mereka miliki, melainkan karena kebijaksanaan dalam menggunakan kekuasaan tersebut.

Sebaliknya, banyak pula yang jatuh bukan karena kurang cerdas, tetapi karena salah menggunakan kewenangan yang ada di tangannya. Di sinilah tanda tangan berubah menjadi ujian moral.

Semakin besar kewenangan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang melekat padanya.

Kehidupan pada hakikatnya adalah pertemuan antara tiga tangan tersebut. Garis tangan menentukan dari mana seseorang berasal. Buah tangan menentukan siapa dirinya. Tanda tangan menentukan bagaimana ia akan dikenang. Takdir memberikan peluang. Karya membangun nilai. Keputusan menentukan warisan.

Maka jangan terlalu sibuk meratapi garis tangan. Sebab manusia tidak diukur dari keadaan saat dilahirkan. Ia diukur dari apa yang dikerjakannya dan keputusan apa yang diambilnya ketika kesempatan datang. Pada akhirnya, dunia tidak akan mengingat panjangnya perjalanan hidup seseorang. Dunia akan mengingat jejak yang ditinggalkannya.

Dan jejak itu lahir dari tiga tangan yang bekerja sepanjang hayat: garis tangan yang diterima, buah tangan yang diciptakan dan tanda tangan yang dipertanggungjawabkan.

Yang wajib diingat adalah: Takdir menentukan awal, bukan akhir. Untuk itu, karya adalah identitas yang paling jujur. Karenanya, kekuasaan tanpa integritas adalah jalan tercepat menuju kejatuhan.

Kita juga dianjurkan jangan iri pada garis tangan orang lain, perbaiki buah tangan sendiri, untuk menciptakan tanda tangan sendiri. Tanda tangan yang paling berharga adalah yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Sejarah tidak bertanya dari mana seseorang berasal, tetapi apa yang telah ia tinggalkan. Kehormatan bukan diwariskan oleh nasib, melainkan dibangun oleh karya dan keputusan.

Penulis adalah Wartawan Harian Waspada dan Waspada.id Wilayah Aceh Barat Daya

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement