Breaking News
Memuat breaking news...

Tim Dosen UMN Al Washliyah Kegiatan Pengabdian Di Masjid Al Iman Medan Tembung

Redaksi
Redaksi
Jumat, 27 Januari 2023 - 8.44 PM WIB
Tim Dosen UMN Al Washliyah Kegiatan Pengabdian Di Masjid Al Iman Medan Tembung
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al- Washliyah mengadakan pengabdian masyarakat yang dikhususkan kepada para jamaah Masjid Al-Iman, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung.

Salah satu tim Dosen yang melakukan pengabdian masyarakat yakni, Ketua Dr. Yulia Arfanti, M.Hum dan Anggota Prof. Dr. Risnawaty, M.Hum. Pengabdian masyarakat mengambil tema "Manfaat Bahasa Inggris Di Era Digital" yang berlangsung pada 13 November 2022 lalu.

"Dalam kegiatan pengabdian kali ini dikhususkan kepada para jemaah Masjid Al-Iman Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung, agar dapat menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai kegiatan guna mendapatkan manfaat bahasa tersebut dalam era globalisasi saat ini," kata Dr Yulia Arfanti.

Menurutnya, menggunakan bahasa Inggris dalam era globalisasi untuk berkomunikasi di antara sesama jemaah masjid, adalah cara yang efektif dalam mengungkapan bahasa itu sendiri.

"Banyak yang mengaku sudah mengikuti berbagai kursus bahasa Inggris namun tidak memperoleh hasil yang diinginkan bahkan ada iklan yang menjamin 6 bulan atau 8 bulan dapat berbahasa dengan lancar," ujarnya.

Hal seperti ini, kata dia, tidak sepenuhnya salah selama ada kemauan yang keras, tidak ada yang tidak mungkin yang terpenting adalah kemauan untuk bisa menggunakannya.

"Bukankah ada pepatah yang mengatakan di mana ada kemauan di situ ada jalan. Ada banyak cara dalam proses pembelajaran bahasa Inggris diantaranya adalah dengan belajar bahasa Inggris secara mandiri atau otodidak, yaitu dengan menggunakan keterampilan dasar membaca dan berbicara atau dalam teori pembelajaran bahasa disebut dengan metode keterampilan efektif dan produktif," tuturnya.

"Keterampilan membaca lebih mudah sebab bahannya sangat banyak. Seperti mencari berita lokal atau berskala nasional untuk memudahkan kita untuk memahaminya, sebab berita tersebut sering sudah dibaca pada media lainnya dalam bahasa Indonesia," sambungnya.

Kemudian, keterampilan kedua adalah berbicara, yang merupakan keterampilan inti karena dari berbicaralah kita akan tahu apakah seseorang itu memang menguasai sebuah bahasa atau tidak.

"Berbicara bagi kebanyakan orang dianggap keterampilan paling sulit karena meliputi banyak aspek dari bahasa Inggris, antara lain pronounciation (pengucapan), listening, grammar dan vocabulary sekaligus," ujarnya.

Namun sesungguhnya yang diperlukan hanyalah sedikit keberanian dan motivasi yang besar untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. (m32)

Waspada/ist
Tim dosem UMN Al Washliyah saat kegiatan pengabdian di Masjid Al Iman Medan Tembung.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement