Breaking News
Memuat breaking news...

Tim Pengabdian Fakultas Pertanian USU Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos

Redaksi
Redaksi
Senin, 6 November 2023 - 3.27 PM WIB
Tim Pengabdian Fakultas Pertanian USU Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Tim Pengabdian Fakultas Pertanian USU melaksanakan Pengabdian Masyarakat terkait pemberian added value limbah jerami padi menjadi kompos organik.

Kegiatan berlangsung di Dusun II Desa Perdamian Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(28/10). Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui skema Kemitraan Masyarakat Perintis tahun 2023 dengan topik Upaya Pemberian Added Value Limbah Jerami Padi Menjadi Kompos Organik.

Tim pelaksana pengabdian ini diketuai oleh Nursa’adah, S.ST., M. Agr. bersama dengan Wida Akasah, S.Agr., M.Sc., Rahmatika Alfi, S.P., M.Si., dan Edy Syahputra Harahap, S.P., M.Si. serta mengikutsertakan lima mahasiswa/i dari Fakultas Pertanian USU.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di rumah ketua Kelompok Tani Sekar Tani, Ponijo Sukendar. Kegiatan ini turut dihadiri oleh 23 orang anggota kelompok tani. Kegiatan ini diawali dengan materi terkait kompos jerami padi dan pemanfaatan limbah jerami padi yang dibawakan oleh Wida Akasah.

Wida Akasah menyebutkan, limbah jerami padi memiliki manfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah agar mengurangi efisiensi penggunaan pupuk anorganik karena berdasarkan beberapa literatur menunjukkan, bahwa limbah jerami padi memiliki kandungan Kalium (K) yang cukup tinggi.

Lanjut Akasah, penggunaan kompos sebagai pupuk organik akan sangat membantu petani mengingat mahalnya harga pupuk kimia saat ini.

Pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pemanfaatan kompos jerami padi.

Menurut Nursa’adah selaku Ketua Tim Pelaksana kegiatan, keberadaaan jumlah limbah jerami padi yang ada di lahan dapat berpengaruh terhadap pencemaran lingkungan, penurunan luas areal pertanaman, dan menjadi tempat berkembang biaknya hama dan penyakit.

Terkait pemanfaatan hasil kompos jerami ini, Nursa’adah menjelaskan bahwa hasil pengomposan jerami padi yang memerlukan waktu 1-2 bulan ini diharapkan dapat digunakan kembali pada areal persawahan sebagai upaya pengembalian hara yang hilang atau dapat dimanfaatkan untuk tanaman budidaya lainnya, serta dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para petani.

Selain memberikan paparan materi, praktek dan pendampingan pembuatan kompos jerami padi, Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat USU juga memberikan barang alih teknologi kepada Kelompok Tani Sekar Tani berupa mesin pencacah kompos.

Terkait hal itu, Ketua Kelompok Tani Ponijo Sukendar, berharap materi pemanfaatan jerami sebagai bahan utama kompos dan alat alih teknologi yang diberikan dapat berguna bagi kelompok tani. "Dan ini menjadi langkah awal pada kegiatan-kegiatan selanjutnya” harap Ponijo Sukendar. (m22)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement