Tim Pengabdian USU Lakukan Survei Desa Binaan di Dusun Lau Buluh Lepar, Petakan Potensi Ekowisata dan Keanekaragaman HayatiTim Pengabdian USU Lakukan Survei Desa Binaan di Dusun Lau Buluh Lepar, Petakan Potensi Ekowisata dan Keanekaragaman Hayati

MEDAN (Waspada.id): Tim dosen dari Fakultas Kehutanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove, Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan survei awal di Dusun Lau Buluh Lepar, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, pada 4 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan desa binaan yang bertujuan mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan peluang pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.
Survei diikuti oleh Dr. Erni Jumilawaty, M.Si. selaku Koordinator Kegiatan 1, Dr. Agr. Faujiah Nurhasanah Ritonga, S.Hut., M.Si. selaku Koordinator Kegiatan 2, Dr. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si. selaku Ketua Pengabdian Ecoprinting di Dusun Lau Buluh Lepar, serta Prof. Delvian, S.P., M.P. dan Dr. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si.. Tim melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi potensi wilayah yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hasil survei menunjukkan bahwa Dusun Lau Buluh Lepar memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu potensi utama yang teridentifikasi adalah ekowisata dan jasa lingkungan, didukung oleh kondisi bentang alam yang masih alami, tutupan vegetasi yang baik, serta lingkungan yang berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis alam dan edukasi.
Selain itu, tim juga menemukan peluang yang menjanjikan untuk eksplorasi satwa liar. Keberadaan habitat alami di kawasan tersebut diperkirakan mendukung berbagai jenis fauna yang berpotensi menjadi objek penelitian maupun pengembangan wisata edukasi berbasis keanekaragaman hayati. Inventarisasi satwa secara lebih mendalam direncanakan sebagai bagian dari kegiatan penelitian selanjutnya.
Potensi lain yang tidak kalah penting adalah tingginya keanekaragaman jenis tumbuhan dan pohon di kawasan hutan dan lahan masyarakat sekitar dusun. Kondisi ini membuka peluang untuk berbagai penelitian mengenai konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pengembangan spesies Multi-Purpose Tree Species (MPTS), hingga pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai bahan baku produk bernilai tambah.
Hasil survei ini akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang lebih terarah dan berkelanjutan. Program-program tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara bijaksana.
Melalui kegiatan desa binaan ini, Fakultas Kehutanan bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan PUI Mangrove, USU berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (wsp.id)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda