Breaking News
Memuat breaking news...

Tinjau Langsung Kesiapan Polbangtan Kementan, Komisi IV DPR RI Dukung Perkuat SDM Pertanian Vokasi Nasional

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 6.31 PM WIB
Tinjau Langsung Kesiapan Polbangtan Kementan, Komisi IV DPR RI Dukung Perkuat SDM Pertanian Vokasi Nasional
Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Rabu (22/7/2026)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Komisi IV DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Rabu (22/7/2026) dalam rangka meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan, pembelajaran praktik, serta kesiapan lembaga dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang andal, terampil, dan siap bersaing mendukung ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, bersama anggota Komisi IV DPR RI lainnya. Rombongan didampingi oleh Kepala Badan PPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, seluruh UPT di bawah Kementan yang ada di Sumut. Kunjungan ini disambut langsung oleh Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, beserta jajaran, dosen, dan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyambutan di halaman kampus yang dimeriahkan penampilan marching band Polbangtan Medan. Rombongan kemudian berkeliling meninjau ruang kelas, asrama putra-putri, Agri Cafe, ruang makan, hingga sarana olahraga.

Selanjutnya rombongan menaiki kendaraan untuk mengelilingi lahan praktik meliputi area Tanam Efektif (TEFA), perkebunan kopi, kelapa sawit, sistem hidroponik, alat mesin pertanian, serta pertanian presisi. Puncak kunjungan berlangsung di Laboratorium TEFA Kopi/Gedung SBSN, di mana disampaikan profil lembaga sekaligus diskusi santai bertema Ngopi Bareng Polbangtan Medan.

Dalam arahannya, Ahmad Yohan menegaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Polbangtan Medan sekaligus menyerap aspirasi secara langsung dari civitas akademika.

"Kami datang untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana, sekaligus berdiskusi dengan para dosen dan mahasiswa. Sampaikan saja kepada kami dengan sejujur-jujurnya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Dengan begitu kami dapat memahami kebutuhan riil di lapangan sebagai bahan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran," ujar Ahmad Yohan.

Dalam sesi dialog, para mahasiswa menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan pengembangan fasilitas pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan di beberapa kesempatan bahwa pendidikan vokasi adalah tulang punggung modernisasi pertanian Indonesia.

“Pertanian maju tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari kualitas SDM yang terlatih dan menguasai ilmu. Kita tidak bisa lagi bertani secara konvensional; petani masa depan harus paham teknologi, manajemen usaha, hingga akses pasar. Polbangtan adalah kawah candradimuka yang melahirkan mereka. Investasi pada pendidikan pertanian adalah jaminan utama kita menjaga kedaulatan pangan negara,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa seluruh kurikulum dan fasilitas terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

“Kami pastikan setiap lulusan bukan hanya paham teori, tapi terbiasa praktik langsung di lapangan seperti yang terlihat hari ini di Polbangtan Medan. Kurikulum terus diperbarui, kemitraan diperluas, agar lulusan siap pakai, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” ujar Idha Widi Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menambahkan bahwa pemerataan kualitas pendidikan menjadi prioritas utama.

“Dari Medan hingga Manokwari, standar pendidikan kita samakan, namun keunggulan disesuaikan potensi daerah. Kami ingin setiap daerah memiliki kader pertanian yang paham karakter wilayahnya sendiri, sehingga pembangunan pertanian berjalan merata dan berkelanjutan,” jelas Muhammad Amin

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, dalam paparannya menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang memerlukan perhatian, terutama terkait pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana banjir pada November tahun lalu. Menurutnya, beberapa fasilitas pendidikan masih membutuhkan rehabilitasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Selain itu, Nurliana juga mengusulkan penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai sarana praktik mahasiswa. Ketersediaan alsintan yang memadai dinilai sangat penting untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga lulusan Polbangtan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

"Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Medan terus berupaya menghasilkan SDM pertanian yang kompeten dan siap terjun ke lapangan. Untuk itu, dukungan sarana, prasarana, serta peralatan praktik menjadi kebutuhan yang sangat penting agar proses pendidikan berjalan optimal," ujar Nurliana.

Kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan peninjauan berbagai fasilitas pendidikan, laboratorium, teaching factory, serta sarana praktik mahasiswa. Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara DPR RI dan Kementerian Pertanian dalam memperkuat pendidikan vokasi pertanian sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi muda pertanian yang profesional, adaptif, dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyambutan di halaman kampus yang dimeriahkan penampilan marching band Polbangtan Medan. Rombongan kemudian berkeliling meninjau ruang kelas, asrama putra-putri, Agri Cafe, ruang makan, hingga sarana olahraga.

Selanjutnya rombongan menaiki kendaraan untuk mengelilingi lahan praktik meliputi area Tanam Efektif (TEFA), perkebunan kopi, kelapa sawit, sistem hidroponik, alat mesin pertanian, serta pertanian presisi. Puncak kunjungan berlangsung di Laboratorium TEFA Kopi/Gedung SBSN, di mana disampaikan profil lembaga sekaligus diskusi santai bertema Ngopi Bareng Polbangtan Medan. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement