Breaking News
Memuat breaking news...

Tokoh Muda NU Bela Kabareskrim

Redaksi
Redaksi
Senin, 28 November 2022 - 2.28 PM WIB
Tokoh Muda NU Bela Kabareskrim
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DELISERDANG (Waspada): Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Umar Syadat Hasibuan, menyentil geng Sambo di twitter dengan sebutan tak pantas dipercaya.
“Saya sih percaya dengan Kabareskrim.Karena Sambo dan gengnya diduga terlibat pembunuhan Josua. Goblok saja orang yang percaya sama Sambo dan gengnya,” ujar Umar Syadat Hasibuan (foto) sebagaimana dikutip dari twitternya @umarhasibuan757.
Saat dikonfirmasi, Senin (28/11), mantan staf khusus Mendagri Gamawan Fauzi dan mantan aktivis PB PMII ini mengaku tidak keberatan jika cuitannya di twitter yang menyebut Sambo sebagai pembunuh dan geng Sambo terlibat dalam kasus pembunuhan. Di cuitan nya tersebut, Umar juga memberi dukungan terhadap Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dan menyebut goblok jika ada orang yang percaya dengan Sambo.
Sebelumnya, viral video Ismail Bolong yang diduga dipaksa Hendra Kurniawan untuk membuat pengakuan memberi suap Rp6 miliar ke Kabareskrim. Video tersebut kemudian diklarifikasi Ismail Bolong dan ia mengaku dipaksa Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Mabes Polri.
Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto sebelumnya menjelaskan bahwa video Ismail Bolong tersebut sudah lama ia ketahui dan sengaja dibuat untuk niatan yang tidak baik.(a13/B)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement