Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp238,7 TriliunTotal Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp238,7 Triliun

JAKARTA (Waspada.id): Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo mengatakan, sepanjang 2025 total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp238,71 triliun, atau tumbuh sekitar 9,3% secara year-on-year. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada hasil investasi.
Ia menambahkan, bahwa meskipun total pendapatan premi mengalami penurunan tipis sebesar 1,8% secara tahunan, kondisi tersebut lebih mencerminkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih pola pembayaran premi.
“Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan sekitar 7,8%, yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pelindungan asuransi jiwa tetap terjaga. Hal ini juga didukung oleh meningkatnya total tertanggung industri asuransi jiwa yang naik 8,6% secara year-on-year menjadi 168,03 juta orang,” ujar Albertus di Jakarta, Jumat (20/8) .
Ciputra Life Laba Tumbuh 95%
Sementara itu, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026, dengan meraih laba, sesuai audit PSAK, sebesar Rp99,3 miliar, atau tumbuh 95%, dibandingkan Rp51,0 miliar pada 2024. Laba komprehensif tercatat sebesar Rp122,3 miliar, meningkat 126% dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Posisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun. Sedangkan total ekuitas mencapai Rp312,3 miliar, menembus Rp300 miliar. Dibandingkan akhir 2024, total aset tumbuh 29%, investasi 30%, dan ekuitas 64%.
RBC Di Level 315%
Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan, dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada pada level 315%, di atas tingkat minimum yang dipersyaratkan regulator. Pencapaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, permodalan dan pengelolaan risiko.
“Sepanjang 2025, Ciputra Life mencatatkan pertumbuhan laba, aset, investasi, dan ekuitas berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Kami akan terus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan profitabilitas, kecukupan modal dan pengelolaan risiko secara prudent,” ujar Hengky.
Di tengah tantangan kondisi ekonomi dan geopolitik global, memasuki 2026, Ciputra Life terus mencatatkan pertumbuhan premi yang positif. Di semester I 2026 premi mencapai Rp387,6 miliar, meningkat 53% dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Hengky. Pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan premi Asuransi Jiwa Kredit (AJK) dan Corporate Solution, serta peningkatan kerja sama dengan seluruh mitra bisnis baik mitra bisnis existing maupun mitra bisnis baru.
“Memasuki 2026, kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis. Pertumbuhan premi pada Semester I 2026 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan peningkatan sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas,” jelas Hengky.
Asuransi Jiwa Kredit (AJK) tetap menjadi salah satu bisnis inti Ciputra Life. Perusahaan terus mengembangkan portofolio AJK yang mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Pengembangan bisnis dilakukan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra bisnis, baik perbankan maupun lembaga keuangan non-bank. Selain AJK, lini Corporate Solution, termasuk solusi asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, juga terus menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan.
Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada Semester I 2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada Semester I 2025.
“Kepercayaan sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada Semester I 2026 mencapai Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada Semester I 2025.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky.
Nasabah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis asuransi. Karena itu, selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky. (Id88)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda