Breaking News
Memuat breaking news...

TP PKK Banda Aceh Gelar Sosialisasi Kekerasan Perempuan Dan Anak

Redaksi
Redaksi
Kamis, 25 Juli 2024 - 10.14 PM WIB
TP PKK Banda Aceh Gelar Sosialisasi Kekerasan Perempuan Dan Anak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada): Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banda Aceh, Yekki Jasmin, membuka kegiatan sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Aula Kantor Keuchik Gampong Keudah, Kamis (25/7).

Turut hadir, Kepala UPTD PPA Kota Banda Aceh, Nurmiati, Keuchik Gampong Keudah, Edison, Ketua PKK Kecamatan Keudah, Rahmatun Husna, dan Ketua PKK Keudah, Maisufirida, Kader PKK Pokja I serta masyarakat setempat.

Yekki Yasmin saat membuka acara menyampaikan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih menjadi fenomena dan meresahkan. Hal ini disebabkan kebanyakan anak atau perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual enggan melapor.

“Karena itu, sebagai orang tua harus dapat mengenali tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan seksual. Kekerasan seksual terhadap anak akan berdampak panjang, seperti masalah kesehatan dan juga berkaitan dengan trauma yang berkepanjangan hingga dewasa,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Yekki, dalam memberikan perlindungan terhadap anak perlu adanya pendekatan yang meliputi sistem kesejahteraan sosial bagi anak-anak dan keluarga, sistem peradilan yang sesuai dengan standar internasional, dan mekanisme untuk mendorong perilaku yang tepat dalam masyarakat.

Yekki menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk mencegah kekerasan seksual terutama pada anak, dengan mengajari mereka beberapa hal sebagai berikut :

Pertama, mengajari anak tentang anggota tubuhnya. Kemudian, mengajarkan anak bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

“Lalu mengajarkan anak apa yang harus dilakukan jika ada orang yang ingin menyentuhnya, dan selalu memantau anak saat anak bermain atau melakukan aktivitas di luar rumah,” kata Yekki.

Lebih lanjut Yekki menjelaskan, dibutukan kerja sama yang baik dengan guru di sekolah. “Selain itu, mengenal lingkungan bermain anak dan teman-temannya. serta yang terakhir adalah deteksi dini tanda-tanda pelecehan seksual pada anak dan menjaga keterbukaan dengan anak,” ungkap Yekki yang juga dosen Fakultas MIPA USK tersebut. (b03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement