Breaking News
Memuat breaking news...

Transformasi Digital Dan Penguatan Keamanan Siber, Setjen DPR RI - ITTS Tandatangani MoU

Redaksi
Redaksi
Senin, 25 November 2024 - 1.21 PM WIB
Transformasi Digital Dan Penguatan Keamanan Siber, Setjen DPR RI - ITTS Tandatangani MoU
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang aman. Karena itu Setjen DPR RI terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi demi meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan aksesibilitas publik terhadap informasi di lingkungan Setjen DPR RI dan DPR RI.

"Transformasi digital merupakan elemen kunci untuk mendukung akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik," ujarnya pada agenda penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) di ruang Abdul Muis, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2024).

Indra Iskandar menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi informasi di lingkungan Setjen DPR RI dan DPR RI. Tidak hanya berperan sebagai alat pendukung operasional, tapi teknologi informasi bisa berkontribusi sebagai penggerak utama dalam proses pengambilan keputusan dan penyediaan layanan kepada masyarakat.

Indra Iskandar pun mendukung penuh kolaborasi antara Setjen DPR RI dan institusi pendidikan tinggi, seperti ITTS, untuk membangun ekosistem digital dalam instansi pemerintahan.

"Kolaborasi dengan akademisi dapat membantu DPR RI mengembangkan sistem informasi dan analitik berbasis kecerdasan buatan," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital publik agar masyarakat lebih memahami proses legislasi dan akses terhadap dokumen resmi DPR.

"Kami berupaya agar publik dapat dengan mudah mengakses informasi, seperti catatan rapat dan rancangan undang-undang, melalui platform digital," imbuhnya.

Tidak lupa, Indra Iskandar mengingatkan soal ancaman keamanan siber yang semakin marak, termasuk serangan terhadap situs resmi DPR. Langkah konkret ini, tegasnya, akan memperkuat sistem keamanan digital DPR, baik melalui pengembangan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Keamanan siber menjadi prioritas kami. Selain sistem teknologi yang kuat, diperlukan pelatihan bagi staf untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menjaga keamanan data," tegas Indra.

Indra Iskandar optimistis terhadap upaya transformasi digital DPR RI demi menciptakan parlemen modern yang aspiratif dan responsif. Oleh karena itu, ia mendukung teknologi harus dimanfaatkan untuk menyederhanakan pekerjaan rutin, sehingga energi dan waktu dapat dialokasikan untuk penugasan strategis yang berdampak besar pada masyarakat.

Baginya, usaha-usaha ini akan membawa DPR RI menjadi institusi yang terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan zaman. "DPR terus bergerak menuju masa depan yang lebih digital dan inklusif. Kami percaya transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat hubungan antara parlemen dan rakyat," pungkasnya. (j05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement