Breaking News
Memuat breaking news...

Truk Tiba-tiba Maju, Supir Truk Tewas Terjepit

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 26 Februari 2022 - 9.02 PM WIB
Truk Tiba-tiba Maju, Supir Truk Tewas Terjepit
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Seorang supir truk pengangkut bahan-bahan bangunan tewas terjepit truk setelah truk yang dikendarainya itu tiba-tiba maju dan menabrak korban di Komplek Sentosa Jl. Karya Bakti Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (26/2) sekira pukul 15:00.


Jasad Taufik A Rahman ,44, warga Jl. Gunung Jaya Wijaya Kelurahan Binjai Estate Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Informasi yang diperoleh dari Kasi Humas Polsek Percut Seituan, kecelakaan itu terjadi saat korban yang mengendarai truk BK 8147 EN datang ke Komplek Sentosa hendak mengantar bahan-bahan bangunan. Sesampainya di lokasi, korban menghentikan mobil truknya dan turun ke arah belakang truk untuk menurunkan bahan-bahan bangunan.

"Saat korban sedang menurunkan bahan-bahan bangunan, tiba-tiba mobil truk bergerak maju ke depan sehingga korban berusaha menahan laju truk dari samping namun gagal sehingga korban tertabrak truk dan terjepit ke dinding tembok. Korban tewas seketika akibat terjepit dinding tembok," ujar Kasi Humas Aiptu Basrah.

Setelah peristiwa itu, sejumlah personil Polsek Percut Seituan dan Tim Inafis Polrestabes Medan segera melakukan olah TKP ke lokasi kecelakaan kerja itu.

Berdasarkan keterangan dari saksi mata, tambah Kasi Humas, saksi Endang melihat korban sedang memundurkan truk BK 8147 EN yang bermuatan bahan-bahan bangunan. Kemudian, korban turun ke belakang truk untuk menurunkan bahan bangunan tersebut.

"Tiba-tiba, saksi melihat truk tiba-tiba maju sehingga korban mencoba memberhentikan truk dari samping namun mobil menabrak korban hingga terjepit ke tembok mengakibatkan korban meninggal dunia seketika," jelas Kasi Humas.
Kasi Humas menambahkan, supir trul tersebut menderita luka di pipi sebelah kiri dan bagian belakang kepalanya.

"Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara namun pihak keluarga tidak mau dilakukan visum sekaligus membuat surat pernyataan tidak mau dilakukan visum, apalagi keluarga korban tidak keberatan atas peristiwa tersebut," tutup Kasi Humas.(m27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement