Breaking News
Memuat breaking news...

Tuha Peut Gampong Paya Bujok Tunong Kunjungi MAA Kota Langsa

Redaksi
Redaksi
Kamis, 12 September 2024 - 10.56 AM WIB
Tuha Peut Gampong Paya Bujok Tunong Kunjungi MAA Kota Langsa
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada): Para Tuha Peut Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa pada Rabu (11/9).

Kunjungan ini disambut langsung Ketua MAA Kota Langsa, Drs H Mursyidin Budiman, beserta jajaran pengurus MAA lainnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan tersebut membahas berbagai isu terkait kehidupan adat dan adat istiadat di Kota Langsa.

Tuha Peut Gampong Paya Bujok Tunong menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan pelestarian nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Drs. H. Mursyidin Budiman menegaskan pentingnya peran MAA sebagai penjaga dan pelindung adat istiadat yang menjadi identitas dan warisan budaya Aceh.

“Kehidupan masyarakat Aceh tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai adat, yang menjadi panduan dalam tata cara bermasyarakat. MAA berkomitmen untuk terus memperkuat hal ini, terutama di tengah perubahan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif Tuha Peut dalam menjaga adat istiadat di tingkat gampong merupakan langkah penting untuk memastikan kelestarian budaya lokal, serta harmonisasi kehidupan sosial di Kota Langsa.

Tuha Peut Gampong Paya Bujok Tunong menyatakan dukungan penuh terhadap upaya MAA dan mengharapkan adanya program-program yang lebih terintegrasi antara MAA dengan gampong-gampong.

Mereka berharap kegiatan ini bisa mempererat kerjasama antara lembaga adat di tingkat kota dan gampong, sehingga berbagai masalah yang berkaitan dengan adat dan kebudayaan dapat diselesaikan dengan baik.

Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari ini diakhiri dengan sesi diskusi yang lebih mendalam tentang beberapa masalah adat di tingkat lokal, serta harapan adanya pendampingan dari MAA dalam menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.(b12)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement