UBL Edukasi Masyarakat Soal Pengelolaan SampahUBL Edukasi Masyarakat Soal Pengelolaan Sampah
JAKARTA (Waspada): Jambore Nasional Bank Sampah (JNBS) siap digelar Universitas Budi Luhur (UBL) pada 14 sampai 17 September 2022. Kegiatan berskala nasional ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dunia usaha, serta komunitas dan pegiat bank sampah se-Indonesia.
UBL, lanjut Kasih, aktif dalam pengelolaan kampus ramah lingkungan melalui Bank Sampah UBL, yaitu sebagai wadah pengelolaan sampah dan tempat sosialisasi lingkungan di masyarakat.
Pada 2020, Bank Sampah UBL meraih penghargaan dari LLDIKTI sebagai permadani terbesar dari kawasan minuman plastik.
Tidak hanya itu. Pada ajang UI GreenMetric, UBL
meraih peringkat ke-31 dan pada 2021 lalu meraih juara umum lomba nasional memilah sampah menabung emas dari Pegadaian dan mendapatkan hadiah mobil box.
Rektor UBL, Wendi Usino mengatakan, JNBS yang pertama kali dilakukan ini akan melibatkan lebih dari 1.000 orang. Mulai dari sivitas akademika UBL, para pelajar, masyarakat sekitar kampus serta para pegiat bank sampah dari seluruh Indonesia.
Beberapa rangkaian kegiatan JNBS adalah workshop sekolah adiwiyata, lokakarya pengelolaan sampah berkelanjutan, fashion week pakaian daur ulang, lomba pelajar kreatif dan inovatif TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, talkshow "SELING" (Seputar Lingkungan), festival jajanan nusantara, pameran Inovasi Karya
Kreasi Bank Sampah (IKKBS), kunjungan lapangan, kompetisi mural, festival musik bahan daur ulang sampah seta kegiatan bersih-bersih serempak di seluruh dunia.
Filosofi maskot bumi disesuaikan dengan tema JBSN yakni 'Wujudkan Bumi Sebagai Rumah Bersama'. Bumi menggambarkan rumah manusia yang sedang dalam kondisi yang memprihatinkan diakibatkan kurangnya kesadaran dalam diri manusia. Bumi yang kita panggil sebagai “rumah” semakin lama semakin mengalami kerusakan.
Maskot lumba-lumba yang terjerat rantai sampah merupakan representasi kondisi makhluk dan alam yang mengalami kerusakan akibat dari ulah manusia.
Kamil Salim, kepala seksi peran serta masyarakat dan penaatan hukum suku dinas lingkungan hidup Jakarta Selatan mengatakan, apa yang dilakukan UBL dengan bank sampahnya merupakan kegiatan mulia. Sebab persoalan sampah sampai saat ini masih menjadi yang terpelik di DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Setiap hari, Jakarta punya 7.700 ton sampah yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi. Jakarta Selatan sendiri menyumbang 1.500 ton sampah perhari.
Pegiat bank sampah UBL yang akrab disapa Umi Tuti menambahkan, JNBS 2022 ini diharapkan mampu melakukan pendampingan secara berkelanjutan bagi seluruh masyarakat untuk
menyelesaikan permasalahan sampah.






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda